You're Here: Home » Amandel » Amandel Melemahkan Kecerdasan

Amandel Melemahkan Kecerdasan

Amandel Melemahkan KecerdasanRagamObat.com – Sewaktu kecil, pernahkah kamu mendengarkan kata ‘amandel’ bahkan pernah mengalaminya? Hampir dipastikan semua pernah berjumpa dengan penyakit amandel ini. Hal-hal yang sering terdengar ketika kecil dari obrolan para ibu, teman sejawat, sahabat, dan sebagainya tentang penyakit amandel, selalu menjadi pegangan turun temurun yaitu menghindari konsumsi makanan atau minuman tertentu. Misalnya, menghindari makan coklat atau minum es dapat menyebabkan penyakit amandel atau misalnya dengan jalan operasi maka amandel dapat disembuhkan. Sikap pun bermacam-macam saat orang tua mengetahui anaknya sedang terkena penyakit amandel. Kadang si orang tua menganggap hal itu (amandel) biasa-biasa saja, kadang juga bersikap hiperaktif atau muncul rasa kepanikan berlebihan. Lalu, sebenarnya apakah amandel itu?

Amandel atau dalam istilah medisnya disebut tonsil yaitu jaringan limfoid/bagian organ tubuh yang bentuknya bulat lonjong berada di beberapa tempat dalam rongga faring dan rongga mulut. Secara kasat mata, amandel menempel pada dinding kanan dan kiri tenggorokan atau di belakang lidah yang dikenal dengan tonsil palatina. Sedangkan, ada pula amandel yang tidak dapat dilihat karena terletak pada bagian rongga belakang hidung dinamakan dengan adenoid.

Tiap manusia tentu memiliki amandel karena pada dasarnya sangat dibutuhkan oleh tubuh. Amandel merupakan bagian sistem yang menghasilkan imunitas (antibody) atau sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi khususnya berada dalam mulut yang disebabkan oleh virus, bakteri maupun jamur. Saat bayi baru lahir, kekebalan pada tubuhnya melemah disebabkan warisan kekebalan dari ibunya masih relatif sedikit. Sehingga, seorang bayi perlu membentuk kekebalan tubuhnya sendiri untuk mempertahankan tubuhnya sesuai dengan jenis penyakit yang berada di sekelilingnya.

Pada kebanyakan kasus, penyakit-penyakit yang menjangkiti manusia tertular melalui udara pernapasan maupun makanan. Udara pernafasan dan makanan yang masuk ke tubuh tentunya akan melewati tenggorokan yang disitu merupakan letak amandel. Oleh karena semua yang masuk ke tubuh akan melewati amandel, maka amandel berperan sebagai sensorik untuk mendeteksi jenis-jenis kuman yang masuk pada makanan ataupun udara. Lalu, tubuh dengan otomatis akan membuat sistem kekebalannya sesuai hasil deteksi dari amandel (imuno-globulin). Beberapa istilah yang sering dipakai sebagai tanda kekebalan yang dibentuk tubuh untuk menangkal penyakit yang masuk seperti IgA (imuno-globulin A), IgG atau IgM. Maka tak heran, pada anak-anak amandel mereka membesar karena sangat diperlukan oleh aktivitas anak-anak.

Kecerdasan Menurun

Besar ukuran amandel merupakan hal yang wajar karena memang sesuai dengan kebutuhan anak-anak. Nah, bagaimana jika amandelnya semakin membesar atau terlalu besar (hipertropi). Saat terjadi hipertropi, amandel akan menghasilkan penyakit karena amandel yang terlalu besar akan menghalangi udara maupun makanan yang masuk melewati tenggorokan. Di samping itu, baik oksigen (udara pernapasan) maupun makanan yang cukup sangat dibutuhkan oleh tubuh anak beserta organ-organnya juga diperlukan oleh otak untuk kebutuhan metabolisme.

Amandel yang berukuran besar akan menghalangi masuknya makanan ke tubuh lalu menghasilkan gejala sulit makan pada usia anak atau mengalami muntah saat dipaksa menelan. Hal ini menunjukkan bahwa kesulitan memasukkan makanan dapat menghambat pertumbuhan tubuh pada anak dan tentu saja anak yang seusianya akan sangat terlihat lebih kecil. Sedangkan amandel yang menghalangi masuknya udara pernapasan (oksigen) akan menghasilkan gejala anak mendengkur saat tidur hingga menjadi berat saat terbangun secara tiba-tiba atau tergagap saat tidur nyenyak akibat kesulitan bernafas. Faktor itu disebabkan oleh otot tenggorokan menjadi lebih rileks saat tidur sehingga amandel yang semakin membesar secara total menutup lubang tenggorokan.

Selain gejala di atas, saat tertutupnya jalan napas juga akan menyebabkan kurangnya oksigen pada anak yang mengakibatkan jaringan otak dan tubuh tidak dapat berfungsi secara maksimal. Hal ini pula yang mengindikasikan anak yang memiliki amandel terlalu besar akan tampak lesu, loyo, kurang bersemangat, kurang aktif dan sering mengantuk. Di sisi lain, daya berpikirnya pun akan terhambat dikarenakan otaknya tidak mampu berfungsi optimal sehingga kecerdasannya pun dapat menurun.

Bagaimana mengantisipasi amandel yang semakin besar? Apakah cara terbaik dengan jalan operasi atau cukup menggunakan obat amandel yang ampuh? Amandel yang membesar pada tiap anak hingga saat ini belum ada obat amandel yang mampu membuat amandel mengecil. Begitu halnya dengan amandel yang menjadi tempat sarang infeksi, belum mampu disembuhkan dengan antibiotic. Antibiotik yang sering digunakan untuk kekebalan tubuh ternyata tidak dapat menembus kulit tebal kripte yang di dalamnya merupakan sarang infeksi. Olehnya itu, alternatif terbaik adalah dengan melakukan operasi, sebab amandel yang telah dioperasi tidak akan mampu lagi tumbuh

Dengan melakukan operasi, amandel dapat menjadi normal kembali serta hambatan masuknya makanan maupun udara pernapasan menjadi hilang. Begitu pun sarang infeksi juga terbasmi. Operasi biasanya dilakukan pada saat kondisi penyakit ringan, bila masih dalam keadaaan terinfeksi akut, dokter akan mengobatinya terlebih dahulu dengan menggunakan antibiotik hingga penyakit menjadi ringan. Terima kasih, semoga bermanfaat!