You're Here: Home » Diare » Cara Efektif Mengantisipasi Diare pada Anak

Cara Efektif Mengantisipasi Diare pada Anak

Cara Efektif Mengantisipasi Diare pada AnakRagamObat.com – Semua orang tua tentu akan selalu memperhatikan anak-anaknya, terutama saat anak terserang berbagai penyakit yang salah satunya adalah diare. Diare pada anak masih menjadi masalah kesehatan nasional. Grafik menunjukkan bahwa anak balita di Indonesia terserang diare rata-rata 2-3 kali tiap tahun. Sehingga kondisi demikian menjadi kekhawatiran para orang tua untuk mengantisipasi agar tidak lagi terjadi diare pada anak-anaknya.

Tanda dan Gejala Anak Anda Terserang Diare

Saat anak terserang diare ditandai dengan perubahan pola buang air besar yang frekuensinya meningkat drastis (lebih dari 3 kali sehari) disertai tinja yang berubah menjadi cair dan kadang mengeluarkan darah ataupun lendir. Gejala awalnya yaitu anak anda akan mengalami dehidrasi ringan (kekurangan cairan tubuh) yang mengakibatkan anak anda akan merasa haus, mulut dan bibir mengering, air seni berkurang, rasa gelisah, dan berat badan menurun. Kadang kala gejala diare pada anak tersebut disertai dengan badan melemah, demam, nafsu makan menghilang dan bahkan mengalami muntah-muntah.

Dehidrasi dapat menjadi semakin parah apabila tidak diatasi dengan cepat dan jika tidak tertolong akan menimbulkan gejala meliputi :

  • Anak menjadi gelisah, mudah menangis dan tidak sadarkan diri
  • Saat menangis tidak tampak keluar air mata dan mata menjadi cekung, disertai bibir dan lidah yang mengering.
  • Urat nadi melemah dan kaki maupun tangan terasa dingin
  • Berkurangnya air seni (jarang buang air kecil)
  • Nafas terasa sesak dikarenakan kekurangan zat basa (asidosis)
  • Mengalami kekejangan bila kekurangan elektrolit

Prinsip Dasar Mengatasi Diare

Risiko terbesarnya jika diare pada anak tidak diatasi dengan baik akan mengakibatkan kematian dini dan terjadi gangguan pertumbuhan (kekurangan gizi) jika tidak diberikan terapi gizi. Lalu, sebagian besar diare pada anak akan sembuh dengan sendirinya bila anda mampu mencegah terjadinya dehidrasi. Pencegahan sederhananya yaitu dengan mengganti cairan yang hilang melalui mulut (minum air) atau melalui infus jika mengalami dehidrasi berat. Selain itu, diare dapat diatasi dengan memberikan makanan secara terus menerus dan prinsip lainnya adalah meminimalisir pemberian obat diare karena sebagian besar anak akan sembuh tanpa minum obat diare atau antiobiotik lainnya.

Mengatasi Diare Mulai dari Rumah

Jika anak mengalami diare dan belum mengalami dehidrasi, maka segera Cara Efektif Mengantisipasi Diare pada Anakberikan air larutan oralit (10 ml/kg berat badan) setiap kali mencret agar cairan tubuh yang hilang bersama tinja dapat tergantikan. Namun, bila terjadi dehidrasi maka segera berikan air larutan oralit (50-100 ml/kg berat badan) setiap 3 jam berturut turut.

Diare pada anak dapat menyebabkan kondisi awal yaitu dehidrasi, bila semakin dibiarkan akan berlanjut menjadi kekurangan gizi hingga paling parahnya dapat menyebabkan kematian. Namun, kondisi demikian dapat diantisipasi misalnya jika dehidrasi dapat diberikan larutan oralit atau saat kekurangan gizi dapat diberikan makanan yang sesuai selama menderita diare. Fungsi obat diare belum begitu penting dalam mengatasi diare pada anak. Olehnya itu, mengantisipasi diare sebenarnya dapat dimulai dari rumah.