You're Here: Home » Darah Tinggi » Darah Tinggi Dapat Menjangkiti Segala Usia

Darah Tinggi Dapat Menjangkiti Segala Usia

Darah Tinggi Dapat Mejangkiti Segala UsiaRagamObat.com – Sebagian besar orang mengira, penyakit darah tinggi (hipertensi) hanya dialami oleh orang yang kaya raya yang sering makan makanan enak di restoran-restoran mahal. Padahal, anggapan itu tidak menjadi klaim bahwa orang kaya pasti akan terserang penyakit darah tinggi, justru sebenarnya orang awam pun memiliki peluang yang sama terserang atau dijangkiti penyakit darah tinggi yang kadang tanpa keluhan apapun.

Penanganan yang terjadi pada pasien darah tinggi sering diminta untuk mengikuti anjuran para dokter dalam hal mengonsumsi makanan. Misalnya, pasien darah tinggi diminta untuk mengonsumsi makanan apa saja tanpa mengandung garam di dalamnya dan ini tentunya juga menjadi keluhan banyak pasien darah tinggi. Banyak pasien yang mematuhi anjuran itu untuk menjalani diet garam, namun tidak sedikit juga yang berhenti dan menyerah pada aturan itu, hingga akhirnya kembali pada kebiasaan lamanya. Kegemaran mengonsumsi makanan asin dipercaya menjadi salah satu pemicu penyakit darah tinggi. Tak hanya di Indonesia saja yang mengalami kerepotan, di Amerika Serikat pun juga terjadi fakta bahwa satu dari sebelas orang berbagai macam latar belakang yang mengunjungi dokter didapati sedang menderita hipertensi (darah tinggi).

Tubuh manusia pada dasarnya hanya membutuhkan kurang lebih 5 gram garam dapur per harinya. Namun, secara fakta menu konsumsi setiap orang di perkotaan rata-rata berisi 15 gram garam. Kelebihan garam pada orang yang memiliki tubuh yang peka terhadap garam akan memaksa jantung memompa darah lebih cepat dari biasaya. Bila tensimeter menunjukkan batas 140/90, secara langsung dokter akan memvonis orang itu menderita darah tinggi, bukan sebaliknya di atas 120/80 seperti anggapan orang kebanyakan. Tekanan darah yang menunjukkan angka di antara 120/80 hingga 140/90 digolongkan sebagai ‘normal atas’, artinya belum perlu berkonsultasi secara dini dengan dokter spesialis untuk diberi obat darah tinggi. Meskipun begitu, tetap saja harus memperhatikan konsumsi makanan yang mengandung garam berlebihan.

Tekanan darah mengalami fluktuasi sesuai dengan cara tubuh bekerja. Makanan dan hormon dalam tubuh menentukan naik turunnya tekanan darah dari masa ke masa. Misalnya saja, sehabis menyantap gulai kambing atau meminum teh poci, saraf simpati pada tubuh dapat memicu naiknya tekanan darah walaupun hanya sesaat. Faktanya, sangat sedikit orang menyadari saat mengalami darah tinggi atau sadar dirinya sedang menderita darah tinggi. Maka, tidak heran juga bila banyak penderita darah tinggi abai terhadap penyakitnya karena umumnya penderita darah tinggi tidak merasakan keluhan apapun meskipun tensinya menunjukkan mencapai 170/100, tetap saja tidak merasakan keluhan. Saat mengalami titik kronis, baru akan tampak cemas saat terjadi stroke atau pun serangan jantung.

Jangan kaget, bila darah tinggi ini sangat berpotensi menjadi ‘pembunuh’ nomor satu pada tahun 2025 mendatang jika tidak disadari akan dampak buruknya. Penyebab darah tinggi sangat erat hubungannya dengan gaya hidup dan kebiasaan hidup seperti kebiasaan merokok, kurang berolahraga, kegemukan (obesitas). Di samping itu, penyebab lain adalah faktor gen keturunan yang berarti gemar yang asin atau tidak sama sekali tetap saja terserang darah tinggi. Tak jarang ditemukan sebagian penderita darah tinggi turunan ini harus rajin meminum obat darah tinggi seumur hidup. Darah tinggi juga menjadi penanda adanya kelainan pada organ tubuh (ginjal, anak ginjal, kelenjar gondok) yang jika organ ini diobati secara otomatis, darah tinggi kembali normal. Selain itu, para dokter ahli bersepakat untuk menggolongkan darah tinggi sebagai penyakit kultur seperti yang terjadi pada suku indian Amerika yang memiliki tekanan darah tinggi normal. Namun, terjadi perbedaan saat mereka berpindah tempat ke pusat kota yang menyediakan berbagai macam makanan siap saji yang dapat membuat tekanan darah mereka meningkat.

Hal yang perlu dicermati bahwa seseorang itu menderita darah tinggi atau tidak, bukan didasari oleh tensimeter yang hanya sekali ukur. Tekanan darah dapat meningkat sewaktu-waktu sehingga perlu dilakukan pengecekan sedikitnya 3 kali ukur untuk memastikan tensi darahnya benar-benar akurat. Sikap terbaik yang perlu diambil adalah menunda minum obat darah tinggi atau untuk tidak serta merta langsung meminum obat penurun tekanan darah meskipun sedang naik. Tekanan darah tinggi yang kurang akurat saat meminum obat darah tinggi justru akan menimbulkan bahaya. Dalam keadaan normal, tubuh orang yang diberi obat darah tinggi dapat langsung mengalami lemas. Dampak meminum obat darah tinggi secara dini bisa lebih buruk hasilnya daripada membiarkannya beberapa hari.

Perkembangan obat darah tinggi mengalami kemajuan pesat, sehingga para dokter saat ini harus selektif memilih obat darah tinggi. Memilih obat darah tinggi yang tepat dan efektif sangat mudah karena sesuai prinsip dasar pengobatan darah tinggi yaitu nonfarmakologi. Maksudnya, penderita darah tinggi sebisa mungkin disembuhkan tanpa menggunakan obat darah tinggi atau sesuai prinsip kesehatan masyarakat untuk menurunkan tekanan darah tanpa obat. Dengan kata lain, perlu diupayakan pencegahan awal seperti diet yang baik, mengurangi konsumsi garam, kolesterol serta lemak pun dikurangi.

Selain itu, dapat juga dicegah dengan melakukan olahraga yang rutin dan teratur guna memperbaiki lapisan endotel (dinding terdalam dari pembuluh darah). Olahraga juga dianggap sebagai langkah nonfarmakologi dalam menangani pasien-pasien darah tinggi yang hasilnya cukup positif. Di samping itu, obat-obat darah tinggi yang beredar perlu disesuaikan dengan karakter si pasien, apakah dia menderita kolesterol ataupun diabetes. Di satu sisi, dokter harus mampu memilih obat darah tinggi yang tepat bagi pasiennya, apakah obat itu mahal dan tidak dijangkau oleh pasien yang harus minum obat darah tinggi seumur hidup. Dengan demikian, dokter diharuskan memiliki kompetensi khusus dan mampu menentukan skala pilihan yang terbaik untuk pasiennya. Terima kasih, semoga bermanfaat!!