You're Here: Home » Sariawan » Hati-Hati, Sariawan Dapat Memicu Penyakit Lain

Hati-Hati, Sariawan Dapat Memicu Penyakit Lain

Hati-Hati, Sariawan Dapat memicu Penyakit LainRagamObat.com – Pernahkah kamu menderita sariawan ringan atau sariawan berat hingga berkepanjangan? Saya pun juga pernah mengalaminya dan tentu semua orang dapat mengalaminya. Penyakit sariawan bagi sebagian besar orang hanyalah penyakit yang tak perlu terlalu dikhawatirkan sebab mereka menganggap dan menyakini bahwa penyakit sariawan akan sembuh dengan sendirinya (otomatis). Namun, jangan abaikan hal ini, ternyata sariawan juga dapat memicu komplikasi atau menimbulkan penyakit baru. Sariawan paling banyak ditemukan pada daerah mulut utamanya bagian langit-langit dan yang terparah muncul di bagian ujung lidah.

Sariawan paling banyak dialami oleh kalangan perempuan (sebagian besar dialami oleh wanita hamil atau saat menjelang haid), pengidap stress berat, atau orang yang memiliki keturunan keluarga yang memiliki riwayat sariawan. Salah satu contoh studi kasus, seorang wanita yang menjelang masa-masa haidnya mengalami sariawan yang cukup parah. Sariawan dapat muncul di banyak tempat, kadang di bagian ujung gigi geraham, di dekat gigi seri, dan pernah juga di depan gigi seri bahkan muncul di ketiga tempat tadi.

Wanita tersebut kemudian melanjutkan penuturannya, ketika menderita sariawan saat itu juga muncul penyakit lain. Misalnya pada saat hendak makan, makanan yang masuk melewati mulut tentunya tak lepas dari adanya gesekan antara makanan dengan tempat sariawan muncul serta muncul rasa tidak nyaman saat mengunyah makanan. Ini tentu saja dapat menganggu aktivitas makan yang akan memicu maag atau bagi penderita maag akan terjadi kekambuhan. Selain memicu maag, penyakit sariawan juga dapat memicu kondisi lain yaitu tubuh mengalami pelemahan kekebalan terhadap penyakit sehingga mengalami demam, mudah drop, rentan flu dan sebagainya.

Beberapa studi literatur yang konsen terhadap penyakit sariawan. Terdapat beberapa kesimpulan yang merupakan faktor inti penyebab sariawan yaitu :

  1. Kekurangan Vitamin C. Vitamin C berguna untuk mencegah penyakit sariawan dan juga untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Ini sebabnya bila seseorang yang kekurangan vitamin C akan mudah terkena flu, mudah terkena radang tenggorokan jika tubuh terasa lelah atau penyakit lain yang berkaitan dengan penuruan daya tahan tubuh. Kekurangan vitamin C mengakibatkan tubuh mudah sekali terserang penyakit khusunya yang disebabkan oleh virus. Vitamin C bisa anda temukan pada buah-buahan yang mengandung banyak vitamin C seperti jambu atau jeruk dan juga dapat mengonsumsi suplemen vitamin C atau obat sariawan khusus.
  2. Sariawan yang sering terjadi pada wanita pra-haid bukan karena dipicu oleh kurangnya vitamin C pada tubuhnya, melainkan karena berkurangnya hormon estrogen dalam tubuh yang juga memicu keratinisasi mukosa pada mulut menjadi berkurang. Hal inilah yang menyebabkan sariawan terus muncul meskipun sering mengonsumsi vitamin C. Wanita-wanita hamil yang konon mengalami sariawan yang cukup parah dapat juga disebabkan oleh kekurangan hormon estrogen atau dipicu oleh strees karena ketakutan berlebihan pada kehamilan pertama atau stress karena trauma hamil sebelumnya. Bila tubuh sulit memproduksi estrogen dengan alami, maka dapat digunakan suplai estrogen seperti obat khusus untuk merangsang produksi estrogen, sering mengonsumsi kedelai atau makanan olahan dari kedelai, mengonsumsi suplemen estrogen, atau dapat juga mengupayakan menaikkan berat badan untuk mengantisipasi penurunan kadar lemak atau penurunan produksi estrogen dalam tubuh.
  3. Penyebab lain timbulnya penyakit sariawan karena faktor stress. Stress yang terjadi pada seseorang dapat menyebabkan daya tahan tubuhnya melemah sehingga sangat rentan terhadap berbagai penyakit seperti sariawan. Stress dapat terjadi karena beberapa hal, seperti misalnya tuntutan pekerjaan yang menumpuk sehingga mengalami perubahan hormon saat pra haid. Stress dapat menyebabkan pundak maupun kepala menjadi terasa berat, sehingga dapat mempengaruhi semangat bekerja. Namun, hal ini hanya terjadi di awal-awal saja dan perlu penyesuaian sehingga stress dapat hilang.
  4. Sariawan juga dipengaruhi oleh sikat atau pasta gigi yang sering kita gunakan. Sikat maupun pasta gigi yang sering digunakan perlu disesuaikan dengan kondisi mulut. Jika pada saat sariawan penggunaan pasta gigi non detergen seperti enzim dapat menghambat sariawan. Sebaliknya demikian, bila sering menggunakan pasta gigi detergen justru menjadikan sariawan bertambah parah. Di samping itu, penggunaan sikat gigi perlu juga diperhatikan bulu sikatnya. Sikat gigi yang cocok ketika sariawan yaitu sikat gigi yang bulunya lembut.
  5. Trauma karena tergigit saat makan dapat saja menjadi pemicu sariawan. Makanan yang agak tajam atau sensitif terhadap mulut dapat memicu munculnya luka di mulut yang mengakibatkan sariawan. Di samping itu,  sariawan terjadi pada seseorang yang anggota keluarganya pernah juga mengalami sariawan atau dapat disebut karena faktor genetis.

Ada beberapa langkah yang perlu dilakukan untuk mengurangi risiko sariawan tanpa harus menggunakan obat sariawan yaitu dengan menghindari pemicu stress atau stress itu sendiri baik saat kerja menumpuk, mengejar deadline, atau pun  terhimpit hutang dengan melakukan berbagai aktivitas positif atau mengikuti terapi manual (terapi koyo) agar badan dan otak terasa rileks/santai. Terapi koyo diyakini dapat menghilangkan toksin yang berada dalam tubuh. Selain itu, mengonsumsi makanan secara teratur terutama pada saat pra haid perlu diperhatikan. Pada saat sikat gigi, gunakan pasta gigi yang non-detergen dan menggunakan bulu sikat yang lembut. Terakhir yang paling penting adalah sering mengonsumsi buah-buahan segar ataupun berupa jus setiap harinya.

Hal utama saat kamu mengalami sariawan adalah dengan mengenali penyebab sariawan itu sendiri sebelum dilakukan terapi atau diberi obat sariawan. Ini bertujuan agar anda tidak keliru dalam memberikan tindakan pencegahan maupun pengobatan. Bila telah diketahui penyebab-penyebabnya maka anda dengan mudah memberikan terapi atau obat sariawan dengan tepat sasaran. Terima kasih, semoga bermanfaat.