You're Here: Home » Keputihan » Keputihan, Wanita dan Lelaki

Keputihan, Wanita dan Lelaki

Keputihan, Wanita dan LelakiRagamObat.com – Seringkah anda mendengar istilah keputihan? Tentu saat mendengar keputihan akan terasosiasikan dengan wanita/perempuan, apalagi sering muncul di reklame-reklame TV. Keputihan merupakan sebuah istilah yang dikhususkan kepada seorang perempuan yang mengalami masalah pada alat kelamin. Pada beberapa kejadian, memang sering dialami oleh wanita dan paling banyak ditemukan wanita yang mengalami keputihan. Namun, pernahkah terpikir dalam benak anda seorang lelaki pun punya peluang terkena penyakit keputihan? Mari kita simak ulasan beberapa fakta yang diungkap oleh dokter umum.

Menurut Dr Handrawan Nadesul, seorang dokter umum mengatakan bahwa keputihan bukan hanya terjadi pada wanita/perempuan yang notabene selalu identik dengan keputihan. Lelaki pun dapat saja terkena keputihan, yang asalnya bisa saja dari istrinya saat di rumah atau wanita idaman lain. Apa pasal pria/lelaki bisa terkena keputihan? Salah satunya, disebabkan keputihan wanita tidak selalu normal

Berdasarkan fakta yang ditemukan, seorang Tuan Pet berumur 43 kaget saat mendengar dokter mengatakan lelaki bisa terkena penyakit keputihan dan kali itu justru menimpa dirinya sendiri. Ia baru saja mengetahui saat dokter mendiagnosis dirinya terkena keputihan. Kronologisnya, saat ditanya dokter, Tuan Pet mengatakan dirinya sering merasa gatal di ujung alat kelamin selama beberapa hari, namun tidak ada tanda-tanda timbulnya keputihan seperti yang dialami oleh istrinya dalam beberapa hari belakangan. Istrinya yang diketahui positif mengalami keputihan yang disebabkan oleh jamur Candida albicans serta memiliki beberapa gejala-gejala seperti gatal bagian alat kelamin, lecet bagian bibir vagina, dan mengeluarkan lendir mirip susu serta mirip bedak saat berubah setelah mengering.

Bagaimana terjadi keputihan? Keputihah memang merupakan penyakit perempuan yang umumnya terjadi pada saat akil balik. Terjadinya keputihan biasanya disebabkan oleh faktor kebersihan disekitar kemaluan wanita yang kurang terawat. Beberapa sumber penyebabnya dapat berasal dari air yang digunakan untuk membasuh saat buang air, cara membasuh, dan juga terlambat menukar pembalut. Sejumlah kajian mendapati, air kamar mandi di tempat-tempat umum sudah tercemar jamur atau parasit penyebab keputihan seperti Trichomonas vaginalis. Sebuah hal kondisi dimana kebiasaan perempuan Indonesia menyiram kemaluan dengan air setelah buang air kecil yang menyebabkan kemaluan selalu basah. Akan menjadi repot saat air yang digunakan, gayung yang dipakai, atau bak penampugan air semuanya telah tercemar.

Sumber pencemaran air tentu berasal dari perempuan yang menggunakan kamar kecil di tempat-tempat umum. Biasanya melalui jari tangan perempuan yang tercemar bibit penyakit, cipratan air bilasan yang tercampur dengan air bak, atau melalui gayung yang tercemar saat melakukan kegiatan buang air kecil. Perlu diketahui, kemaluan perempuan sangat erat hubungannya dengan dunia luar, bila sekitar muara vagina kurang terjaga kebersihannya, maka segala hal yang berasal dari luar dapat mencemari. Namun, diuntungkan dengan kuman/bakteri yang hidup di sekitar muara vagina yang berfungsi memproduksi zat masam pelindung vagina (vulva) untuk melawan berbagai serangan penyakit.

Hal ini menjadi koreksi atas seorang perempuan yang sering membersihkan vagina atau daerah vulvu yang justru merugikan karena kuman yang berguna bagi tubuh akan hilang saat dibilas, kondisi masam pun jadi hilang. Sehingga, dengan kondisi itu vagina menjadi lebih rentan terjangkit penyakit. Keputihan seperti pasien nyonya Pet di atas disebabkan oleh jamur candida yang menyerupai susu kental, gejala gatal, dan berbau amis. Secara praktis, dengan tanpa perlu memeriksanya dahulu di laboratorium, dokter bisa langsung memberi obat keputihan hanya dari melihat sifatnya. Keputihan yang disebabkan parasit sering ditemukan setelah disebabkan jamur, warna cenderung kekuningan, menimbulkan bercak, berbau dan gatal serta keputihan lain disebabkan oleh kuman Gardnella vaginalis.

Pasien melanjutkan saat istrinya positif keputihan, langsung saja dokter memberikan obat keputihan. Beberapa obat keputihan yang dimasukkan melalui liang vagina (ovula) dan ada juga yang diminum. Jenis obat keputihan untuk jamur, parasit, dan kuman tentu saja tidak sama, karena jika obat keputihan yang diberikan kurang tepat maka keputihan yang dialami tidak kunjung sembuh. Kadang juga ditemukan keputihan merupakan gabungan dari dua atau lebih penyebab, misalnya jamur disertai kuman dan parasit. Sehingga, jenis pengobatannya pun berbeda atau perlu obat keputihan untuk ketiga jenis penyebabnya.

Selain itu, penyakit keputihan juga disebabkan oleh penyakit kelamin yang berasal dari kuman chlamydia. Penyakit kelamin chlamydia tergolong yang paling sulit dibasmi karena kumannya sangat kebal (resisten) terhadap obat kelamin yang sering dipakai dan  penyakit ini merupakan salah satu penyebab terbanyak ketidaksuburan wanita. Di Amerika, penyakit ini menjadi masalah besar karena disamping banyak kasus yang terjadi juga sangat sulit menyembuhkannya.

Kasus lain mengungkapkan, keputihan juga dapat muncul pada saat terjadi kanker kandungan. Kanker yang telah membusuk baik dari rahim, mulut atau leher rahim akan menimbulkan gejala keputihan seperti mengeluarkan nanah yang baunya sangat busuk. Gejala yang terasa saat kanker terbentuk di rahim yaitu perut semakin membesar, semakin kurus, wajah pucat dan kurangnya nafsu makan. Jika kanker terbentuk di leher rahim sebaliknya perut tidak membesar namun sangat mudah terjadi pendarahan vagina. Banyak kasus yang sering terjadi, berdarah setelah berhubungan seks (contact bleeding).

Pada hal demikian, siapapun sebenarnya bisa berpotensi terkena keputihan terutama seorang pria/lelaki yang berstatus suami. Ini juga tergantung jenis penyakit keputihan yang dialami seorang wanita sebagai seorang istri, sebab jika jenis keputihan normal atau keputihan kanker tidak menular dan disini seorang suami tidak perlu ikut berobat karena keputihannya steril. Terima kasih, semoga bermanfaat.