You're Here: Home » Asma » Melawan Asma Berat dengan Kekuatan Baking Soda

Melawan Asma Berat dengan Kekuatan Baking Soda

Melawan Asma Berat dengan Kekuatan Baking SodaRagamObat.com – Baking soda yang telah dikenal masyarakat merupakan nama lain dari larutan infus sodium bikarbonat yang berfungsi mengurangi sumbatan pada saluran nafas dan mengurangi cairan keasaman yang meningkat pada tubuh anak-anak oleh serangan asma berat. Pada saat terjadi gangguan aliran udara terhadap penderita asma, pada saat itu pula terjadi peningkatan keasaman dari cairan tubuh atau disebut terjadinya asidosis. Asidosis yang terjadi mengakibatkan berkurangnya kekuatan kontraksi jantung dan juga obat bronkodilator (melebarkan saluran nafas bronkus), serta berkurangnya efek dari golongan beta agonis. Tanda-tandanya akan tampak saat penderita terlihat memiliki nafas yang cepat dan dangkal.

Menurut penelitian yang terkumpul dalam jurnal Chest pada April 2005, peneliti asal Belanda melakukan analisa terhadap data yang diperoleh dari 73 anak penderita asma hingga membahayakan jiwa saat masuk ke ruang ICU rumah sakit Erasmus MC-Sophia Children’s Hospital di Rotterdam. Lalu, anak-anak tersebut diberikan suntikan sodium bikarbonat (baking soda) dan dilanjutkan dengan perawatan intensif dalam mengatasi gangguan pernafasannya. Bagaimana hasilnya? Sebanyak tujuh belas anak yang telah diberikan suntikan sodium bikarbonat (baking soda), menunjukkan adanya tingkat penurunan dari tingkat keasaman dan sebanyak enam belasan anak merasakan pemulihan dalam gangguan pernafasannya dan juga tingkat sadarnya. Pun terlihat terjadi penurunan kadar karbondioksida secara signifikan di dalam darah. Kemudian empat belas anak sebelum diberikan penanganan dengan alat bantu pernafasan (respirator) diberikan suntikan baking soda. Hasilnya, semua pasien (anak-anak) tersebut selamat meskipun hanya 1 orang anak yang tetap menggunakan ventilator.

Pengobatan asma dengan menggunakan baking soda diketahui untuk melebarkan saluran nafas bronkus yang menyempit dan juga memperbaiki Melawan Asma Berat dengan Kekuatan Baking Sodarespon dari obat bronkodilator. Namun, lebih sering dihindari penggunaannya oleh dokter dengan alasan kekhawatiran terhadap terjadinya peningkatan kadar karbondioksida dalam darah. Sementara itu, hasil penelitian dari Dr William Bria, seorang peneliti dari universitas Michigan mengatakan bahwa banyak penderita asma yang mengalami derita saat malam karena kesulitan bernafas. Namun, terbantukan setelah diberi terapi yang tepat sesuai apa yang dialami penderita asma tersebut pada malam hari. Saat berkonsultasi dengan penderita asma tersebut, Dr William Bria menduga masalah gangguan pernafasan pada malam hari adalah hal yang lain dan tidak berhubungan satu sama lain dengan penyakit asma yang diderita.

Penelitian tersebut dilanjutkan dengan kembali mericek apakah memang tidak berhubungan. Baru kemudian disadari oleh Dr William Bria sebagai kepala Unit yang menangani program saluran udara bagi penderita asma dari Universitas Michigan, dengan menyatakan bahwa adanya hubungan satu sama lain antara penyakit asma yang diderita dengan gangguan pernafasan pada malam hari. Timnya telah mempelajari hubungan gangguan pernafasan saat tidur di malam hari dan telah melakukan penelitian lebih lanjut dengan memberikan sejumlah pertanyaan kepada semua penderita asma. Pasien mereka juga telah menerima beberapa obat asma secara rutin, namun tetap saja mengalami gangguan pernafasan terutama saat tidur malam hari.

Dari 115 pasien yang telah diteliti dan dipelajari perkembangan kesehatannya, sebagian besar diantaranya merupakan penderita asma berat. Hasil penelitian sebelumnya ditemukan terdapat 49% wanita dan 33% pria mempunyai tingkat risiko tinggi terhadap gangguan pernafasan saat tidur pada malam hari yang dinamakan sleep apnea. Sleep apnea merupakan kondisi dimana berhentinya aktivitas pernafasan beberapa waktu yang cukup singkat pada saat seseorang sedang dalam keadaan tertidur malam hari.

Hal tersebut menunjukkan bahwa lebih banyak penderita asma yang harus diamati dan diselidiki kebiasaan tidurnya. Pada saat seseorang menderita asma, maka dokter mereka harus lebih banyak memberikan perhatian dalam hal penggunaan alat bantu pernafasan atau inhaler dengan banyak menghisapnya termasuk dalam tabung tersebut diperhatikan pula obat asma yang digunakan setiap hari dengan dosis yang telah ditentukan.

Sleep apnea dapat ditanggulangi dengan pemberian dosis obat asma melalui alat bantu terutama dengan menggunakan masker inhalasi. Lanjut, Bria menjelaskan Universitas Michigan juga melakukan penelitian terhadap pasien asma yang akut dan memperoleh hasil bahwa terdapat peningkatan kesehatan dengan alat bantu pernafasan serta hasil awal terapi tersebut merupakan cara yang sangat efektif dan menjanjikan. Hasil penelitian tersebut juga menemukan sebanyak 55% dari pasien asma mengatakan mereka mengalami rasa kantuk di siang hari akibat sleep apnea. Bria kemudian menjelaskan, ia yakin terhadap dua kondisi sangat berkaitan dengan reaksi tubuh yang mengalami inflamasi (reaksi tubuh terhadap mikrorganisme).