You're Here: Home » Herpes » Mengenal Lebih Dekat Penyakit Herpes Simpleks

Mengenal Lebih Dekat Penyakit Herpes Simpleks

Mengenal Lebih Dekat Penyakit Herpes SimpleksRagamObat.com – Seperti apakah Herpes Simpleks ini? Penyakit ini kemungkinan besar masih terasa asing istilahnya bagi masyarakat awam, namun bisa jadi sering kali dialami oleh masyarakat yang memiliki cara tersendiri mengatasinya baik dengan menjalani terapi khusus atau menggunakan obat herpes dari dokter. Hanya saja, sering kali terjadi adalah masyarakat dengan mudah saja memilih cara dengan obat herpes yang banyak tersedia, namun lalai atau tidak mengetahui sama sekali jenis herpes apa yang diderita sebelum diberikan pengobatan. Olehnya itu, perlu mengetahui jenis herpes apa yang dialami serta sejarah munculnya herpes.

Herpes Simpleks atau dikenal dengan Herves Simpleks Virus (HSV) merupakan sejenis penyakit cacar atau radang kulit ditandai dengan ciri-ciri berbentuk gelembung-gelembung berisikan air secara berkelompok. Herpes merupakan penyakit yang sudah umum terjadi di berbagai negara. Di Amerika Serikat, setelah disurvey ditemukan terdapat 20% dengan usia di atas 12 tahun yang terinfeksi herpes simpleks dan diprediksi pada setiap tahunnya terdapat kurang lebih 1 juta infeksi baru. Pada 1 tahun terakhir, angka prevalensi infeksi herpes telah meningkat secara signifikan yaitu sekitar 80% jiwa yang mengidap HIV dan juga terinfeksi oleh herpes kelamin, meskipun di Indonesia secara khusus belum ditemukan nilai prevalensi dan faktanya.

Herpes Simpleks sangat berhubungan dengan sejumlah virus yang berkelompok, menjangkiti manusia yang tanda-tandanya menyebabkan luka cukup parah pada bagian kulit dan juga merasakan sakit. Saat herpes muncul, biasanya akan merasakan gejala ringan seperti merasa gatal atau kesemutan maupun perasaan geli. Di samping itu, biasanya juga disertai dengan pembengkakan yang terbuka hingga menjadi sangat sakit. Infeksi virus ini dapat berada pada kondisi dorman (tidak aktif) selama beberapa saat, namun dapat kembali lagi menjadi aktif. Virus herpes simpleks terbagi menjadi 2 tipe yang disingkat HSV 1 dan HSV 2.

Virus Herpes Simpleks tipe 1 (HSV-1) merupakan penyebab umum saat terjadi luka demam di sekitar mulut dan dapat menyebabkan infeksi pada kelamin. Sedangkan Virus Simpleks tipe 2 (HSV-2) merupakan penyebab timbulnya herpes kelamin dan menginfeksi mulut melalui hubungan intim. Selanjutnya, yang membedakan yaitu infeksi HSV tipe 2 penularan lebih banyak pada perempuan. Setelah melakukan survey di Amerika, tercatat kurang lebih satu dari empat perempuan dan juga satu dari lima laki-laki telah terinfeksi HSV tipe 2. Penyakit herpes kelamin sangat berpotensi menyebabkan kematian dini pada anak bayi bila terinfeksi. Dalam kasus ini, seorang perempuan hamil yang menderita herpes kelamin aktif sebaiknya mengambil langkah bedah cesar saat ingin melahirkan bayinya.

Herpes Simpleks berpotensi akan menjadi kambuh lagi bila seseorang tersebut mempunyai kondisi kekebalan tubuh melemah. Sama halnya dengan orang yang mengidap virus HIV, seseorang yang berusia di atas 50 tahun akan sangat mudah terjangkit. Beberapa Ilmuwan juga berpendapat bahwa herpes simpleks akan kambuh pada orang yang mudah lelah atau sering mengalami stress.

Bagaimana proses penularan Herpes Simpleks? Infeksi virus herpes simpleks ditularkan dari manusia ke manusia melalui hubungan langsung pada daerah tubuh yang menjadi terinfeksi. Penualaran dapat saja terjadi meskipun tidak terdapat luka Herpes Simpleks yang terbuka. Selain itu, sebagian besar penderita herpes simpleks tidak menyadari bahwa dirinya sedang terinfeksi herpes simpleks dan menularkannya secara tidak sadar. Namun, fakta yang ditemukan di Amerika bahwa hanya 9% orang yang mengidap herpes simpleks tipe 2 mengetahui bahwa dirinya telah terinfeksi

Apakah Herpes Simpleks dapat dicegah? Penyebaran virus herpes simpleks yang marak terjadi sangat sulit untuk dicegah. Ini disebabkan tentu saja karena sebagian besar orang yang tertular herpes simpleks tidak sadar dirinya telah terinfeksi dan juga tidak menyadari bahwa ia telah menularkannya. Begitu pun halnya dengan orang yang secara sadar mengetahui dirinya telah terinfeksi, kadang tidak menyadari telah menularkannya meskipun tidak terdapat luka herpes yang terbuka. Para peneliti saat ini masih mencari vaksin untuk mencegah penularan virus herpes simpleks walaupun ada satu sampel vaksin yang telah diuji cobakan mampu menunjukkan hasil pada penderita perempuan yang tertular herpes simpleks tipe 2. Namun, pada laki-laki tidak menunjukkan apa-apa hingga penelitian mereka tetap berlanjut.

Bagaimana cara mengobati Herpes Simpleks? Pengobatan pada herpes simpleks adalah dengan menggunakan obat herpes berjenis asiklovir dalam bentuk pil diminum lima kali sehari. Adapula versi lain dari asiklovir yaitu disebut valasiklovir. Valasiklovir adalah obat herpes yang agak mahal disbanding asiklovir, meskipun yang diminum perharinya hanya 2 kali sehari dan ada juga obat herpes lain seperti famsiklovir untuk mengobati herpes simpleks. Obat-obat yang telah disebutkan secara umum tidak dapat menyembuhkan infeksi herpes simpleks, namun obat herpes simpleks ini dapat mengurangi berat dan lamanya tertular. Saat mengalami rasa nyeri yang hebat, herpes simpleks dapat diatasi secara baik dengan menggunakan analgesik secukupnya untuk meredakannya. Terima kasih, semoga bermanfaat.