You're Here: Home » Bekas Luka » Menghilangkan Bekas Luka dengan Kekuatan Madu

Menghilangkan Bekas Luka dengan Kekuatan Madu

Menghilangkan Bekas Luka dengan Kekuatan MaduRagamObat.com – Jika anda pernah terjatuh ke tanah, tergores oleh benda-benda tajam, tertimpa pukulan tangan ataupun terkena luka bakar tentu akan meninggalkan bekas luka ketika sembuh. Bekas luka sering muncul di semua bagian tubuh manusia saat sebelumnya terjadi sesuatu baik disadari maupun tidak disadari. Tak jarang juga, bekas luka timbul saat terkena penyakit kulit yang gejalanya kulit menjadi gatal, sehingga secara spontan menggaruknya dengan jari tangan. Tanda-tanda adanya bekas luka tidak hanya berpola, kadang kala juga dari perubahan warna, misalnya bekas luka yang menghitam. Tentu jika membentuk pola dan juga warna yang beda dengan kulit akan membuat seseorang kurang percaya diri tampil di hadapan publik.

Ada berbagai cara untuk dapat menghilangkan bekas luka walaupun membutuhkan waktu yang sangat lama. Bekas luka dapat diatasi sesuai dengan jenis luka yang dialami, apakah bekas luka ringan atau bekas luka berat. Seseorang dengan aktivitas yang begitu padat tentu akan lebih memilih obat bekas luka yang praktis dan cepat untuk segera menghilangkan bekas lukanya. Namun, tak jarang juga beberapa masyarakat lebih memilih obat bekas luka alami yang mudah di dapatkan dan sangat mujarab untuk menghilangkan bekas luka, juga tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menghilangkan bekas luka. Salah satunya dengan menggunakan madu.

Madu dewasa ini banyak sekali kegunaan dan khasiatnya. Kebanyakan masyarakat menggunakan madu untuk dikonsumsi langsung sebagai cara Menghilangkan Bekas Luka dengan Kekuatan Madumembugarkan tubuh dan beberapa suplemen lain untuk kesehatan tubuh. Madu bukan hanya nikmat diminum karena asam manisnya, tapi sangat baik untuk kesehatan pengonsumsinya. Di samping itu, madu semakin dilirik sebagai media pembuatan obat herbal. Sebenarnya pada awalnya madu merupakan cadangan pakan bergizi tinggi bagi anak lebah, namun seiring perkembangan zaman, manusia mulai memasukkan ke dalam kelompok bahan makanan bergizi.

Menurut sumber kepustakaan, setiap 1000 gram madu bernilai 3.280 kalori dengan nilai kalori tiap 1 kg madu setara dengan jumlah 50 butir telur, 5,575 liter susu, atau 1,680 kilogram daging. Sejak ribuan tahun yang lalu, madu telah dikenal sebagai sumber pakan berkhasiat. Khasiat pada madu sangat berhubungan dengan kandungan gulanya yang tinggi meliputi glukosa (35%), fruktosa (41%), dan sukrosa (1,9%) serta unsur kandungan lainnya (tepung sari). Di samping itu, madu juga memiliki kandungan vitamin (A, B1, B2,), antibiotik, dan khasiat lainnya. Madu pada manusia dapat diproses langsung menjadi glukogen, berbeda halnya dengan gula atau gula pasir yang diproses terlebih dahulu oleh enzim pencernaan di usus. Dengan demikian, tubuh manusia bisa dengan cepat merespon manfaat madu dibandingkan dengan gula pasir.

Dalam penggunaan di kehidupan sehari-hari, madu selain diminum atau diicip langsung, madu dimanfaatkan juga untuk kebutuhan industri susu bubuk, pabrik jamu, serta industri bahan makanan seperti campuran untuk pembuatan roti, kue, serta campuran untuk bahan makanan dalam kaleng, sirup, dan sebagainya.

Pada perkembagan selanjutnya, manusia menemukan suatu produk lebah yang lebih baik dibandingkan madu, yaitu royal jelly atau dinamakan dengan susu ratu. Dalam beberapa penelitian ditemukan, bahwa royal jelly konon mampu menggantikan sel-sel tubuh yang mati serta memelihara kebugaran tubuh. Beberapa pakar lebah madu di Eropa, kini sedang meneliti adanya kemungkinan royal jelly untuk mengobati penderita kanker, leukemia, dan AIDS

Madu diyakini dapat menggantikan peran antibiotik bagi pasien pengidap kanker, menyembuhkan efek sampingan kuratif,  dan juga sebagai obat rematik. Selain itu, dikabarkan dapat merehabilitasi pasien penyakit jantung, penyakit kulit, luka kabar, tukak lambung dan terutama bekas luka. Sejak tahun 1992, seorang peneliti asal Prancis telah merekomendasikan menggunakan royal jelly untuk media pengobatan terutama sebagai obat bekas luka. Meskipun demikian, hingga saat ini belum dapat diketahui secara keseluruhan mengenai unsur-unsur yang terkandung di dalamnya.

Beberapa laporan penelitian lainnya melaporkan bahwa berbagai produk lebah (madu) telah menunjukkan hasil positif untuk pengobatan bekas luka. Meskipun demikian, kenyataan itu sulit diterima hasilnya oleh organisasi kesehatan di Indonesia dan perguruan tinggi kedokteran di beberapa negara dengan alasan kurang validnya informasi dan lemahnya bukti ilmiah. Sehingga dengan demikian madu dapat dijadikan obat penghilang bekas luka yang efektif. Terima kasih, semoga bermanfaat.