You're Here: Home » Panu » Mengidentifikasi Ciri-Ciri Panu

Mengidentifikasi Ciri-Ciri Panu

Mengidentifikasi Ciri-Ciri PanuRagamObat.com – Panu yang sering dikenal masyarakat secara bentuk merupakan noda-noda putih yang terdapat pada kulit, berbentuk ukuran sebesar biji jeruk atau bisa lebih besar dari itu. Ketika tubuh sehabis mengeluarkan keringat, panu akan terasa ciri-cirinya saat adanya rasa gatal dan saat panu digaruk, maka noda yang berada disitu akan semakin memutih.

Panu yang dikategorikan penyakit kulit secara medis dinamakan Tinea versicolor atau Pityriasis versicolor merupakan penyakit yang disebabkan oleh serangan jamur yang dikenal dengan Malazessia furfur terhadap kulit manusia. Di samping itu, penyakit panu dapat menular atau menyebar ke seluruh tubuh misalnya pada tangan, dahi, kaki, pipi, leher, dada atau punggung. Tapi, kebanyakan kasus yang ditemukan, panu sering timbul pada bagian punggung. Banyak faktor yang menyebabkan timbulnya penyakit panu, diantaranya karena kelembaban udara baik panas maupun lembab, penggunaan pil KB, keturunan/genetik, sedang masa kehamilan, pemakaian obat bergolong steroid atau obat antiinflamasi seperti betametason, dan juga paling besar disebabkan oleh infeksi jamur.

Bagi hampir semua orang baik laki-laki maupun perempuan, penyakit panu dianggap penyakit yang paling diwaspadai. Apa pasal? Karena sangat erat kaitnnya dengan penampilan seseorang, bila panu muncul di bagian tubuh yang paling sering dilihat maka akan timbul rasa tidak percaya diri. Panu pun terjadi diakibatkan kurangnya menjaga kebersihan tubuh sendiri, misalnya contoh paling konkrit yaitu jarang mandi. Di samping itu, panu terbentuk akibat keringat yang berlebih mengering dengan cepat sehingga menimbulkan rasa lengket terhadap kulit. Bila pada kondisi seperti itu, dengan mudahnya jamur berkembang biak secara leluasa. Karena panu sifatnya adalah penyakit mudah menular, maka panu pun timbul akibat tertular dari penderita panu.

Mengenai penularan dari penderita lain, panu menular mula-mulanya dari benda yang digunakan oleh penderita. Misalnya handuk penderita panu yang dipakai setelah mandi, seringkali dipakai hanya untuk sekedar mengeringkan badan/rambut. Hal itu karena telah menjadi kebiasaan yang muncul di masyarakat bahwa menjadi hal biasa handuk digunakan bersama-sama. Padahal justru sangat berisiko, handuk yang dipakai bergantian sama saja dengan terjadi pertukaran kuman atau pun jamur. Sebagai contoh yang lain, penggunaan sikat gigi bergantian dan lain sebagainya.

Selain itu, penularan dapat juga terjadi melalui pakaian. Misalnya saja, meminjam/memakai pakaian atau baju salah satu teman sejawat yang menderita penyakit panu. Alasan kebersihan pakaian tidak menjamin akan terhindar dari penularan pemakai sebelumnya, karena jamur yang melekat sebelumnya bisa saja telah berpindah ke tubuh dengan cepat yang akhirnya ikut terinfeksi. Pakaian yang telah dicuci bersih dari kotoran-kotoran misalnya, tidak menjamin bersih dari jamur, sebab jamur bersifat minimalis yang mana mata tak mampu melihatnya.

Pencegahan panu dapat dilakukan dari berbagai cara, terlebih mengambil tindakan pencegahan terhadap ciri-ciri panu yang dijelaskan sebelumnya. Beberapa cara sederhana dapat dilakukan sebagai berikut :

  1. Memastikan handuk yang akan digunakan, bukan handuk yang sudah dipakai bersama apalagi handuk dari penderita panu
  2. Membiasakan untuk mandi untuk membersihkan badan secara teratur dan yang paling ideal adalah mandi dua kali sehari
  3. Mengeringkan handuk setelah digunakan atau tidak dibiarkan dalam keadaan basah, apakah saat setelah mandi atau buang air
  4. Mengupayakan untuk sering mengganti handuk
  5. Menjaga agar pakaian yang digunakan bukan pakaian yang telah dipakai secara bergantian dengan orang lain
  6. Menyediakan obat panu untuk mengantisipasi jika mulai tampak ciri-ciri panu
  7. Menggantung pakaian atau menyimpannya di tempat kering. Tetapi, menggantung pakaian hanya beberapa saat saja, sebab jika terlalu lama menggantungnya  akan berpotensi berjamur

Bagaimana mengobati panu dengan obat panu berbahan alami? Obat panu alami saat ini merupakan pilihan paling banyak orang untuk membantu menghilangkan panu. Berikut beberapa obat panu alami alternatif, yaitu:

  1. Lidah buaya yaitu salah satu jenis obat panu alami yang mudah dan Mengidentifikasi Ciri-Ciri Panusederhana digunakan. Di samping itu, secara manfaat lidah buaya memiliki khasiat membantu membendung iritasi pada kulit yang terjadi akibat adanya bintil-bintil merah. Caranya adalah mengambil getah lidah buaya untuk dioleskan langsung pada kulit dengan cara digosokkan ke area panu.
  2. Tea tree oil merupakan obat panu alami yang berbentuk minyak dari Mengidentifikasi Ciri-Ciri Panupohon teh dan memiliki khasiat tinggi juga sangat efektif mengatasi masalah penyakit kulit terutama pada penyakit panu. Penggunaannya cukup sederhana karena hanya sekali dioleskan ke area panu dalam sehari selama dua minggu berturut-turut. Tea tree oil sangat mudah di dapatkan di apotek terdekat.
  3. Sari cuka apel merupakan salah satu obat panu alami yang sangat bagus Mengidentifikasi Ciri-Ciri Panu membantu melenyapkan panu. Caranya sama halnya dengan ke dua bahan tadi, yaitu pertama-tama mencampurkannya dengan ke dalam segelas teh sebanyak 1 sendok. Setelah itu, kemudian dioleskan pada area kulit yang terdapat panu dan ini dilakukan secara rutin.

Selain dapat memakai obat panu alami tersebut, metode lainnya adalah dengan segera menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Panu secara fisik tidak berpengaruh pada kesehatan internal tubuh, namun dapat mempengaruhi luar fisik karena dapat berefek pada penampilan yang menjadi kurang maksimal. Terlebih lagi bila panu tersebut tampak di bagian wajah yang setiap saat dilihat oleh orang banyak. Terima kasih, semoga bermanfaat!