You're Here: Home » Amandel » Obat Amandel, Gejala, Penyebab dan Pantangan

Obat Amandel, Gejala, Penyebab dan Pantangan

Obat AmandelRagamObat.com – Kebiasaan makan dan minum yang dirasa enak dan nikmat memang tidak pernah lepas dari aktivitas manusia. Ada sensasi tersendiri disaat perut dalam keadaan kosong atau kondisi lapar tanpa basa-basi akan melahap langsung makanan di depannya. Begitu pun halnya dengan soal minuman, saat terasa haus dan leher terasa kering saat melihat air minum langsung diteguk. Namun, jarang manusia memperhatikan kandungan makanan maupun minuman yang ia konsumsi sehingga tidak sedikit menimbulkan beragam jenis penyakit

Penyakit yang muncul memicu terjadinya kelainan pada bagian tubuh. Salah satunya bagian tenggorokan yang merupakan jalur masuk yang dilewati makanan dan minuman, sehingga biasanya akan terjadi amandel. Penyakit amandel merupakan penyakit tenggorokan atau dalam istilah medis disebut penyakit tonsillitis (radang tenggorokan) yang terjadi akibat infeksi. Penyakit amandel sering dialami oleh anak-anak usia 5 tahun hingga 15 tahun dengan masa inkubasi yang berbeda-beda.

Menurut lamanya proses inkubasi amandel, penyakit tonsillitis dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu tonsilitis akut yang infeksinya berlangsung selama kurang dari 4 pekan dan tonsillitis kronis (menahun) yang infeksinya berlangsung selama sekitar setahun dengan tanda-tanda kambuh 3-5 kali dalam setahun yang masa inkubasinya berlangsung 3 tahun berturut-turut. Di samping itu, amandel berfungsi sebagai sistem pertahanan tubuh terutama pada anak usia 6 tahun. Bila masuknya virus atau bakteri melalui hidung dan mulut, maka amandel akan menjadi sarana penyaring yang didalamnya terdapat sel-sel darah putih untuk membantu menghancurkan virus maupun bakteri

Penyebab Amandel

Amandel meradang karena disebabkan beberapa faktor yaitu dipicu oleh banyaknya virus dan bakteri. Virus yang paling umum jenis Epstein barr dan Coxsackie, sedangkan bakteri penyebab tonsilitis adalah Streptokokus A. Selain virus dan bakteri, penyebab amandel berasal dari aktivitas-aktivitas manusia yang jadi kebiasaan misalnya mengonsumsi makanan yang lebih banyak mengandung bahan pengawet, pemanis buatan dan pewarna kimia seperti permen, ice cream, dan sebagainya. Makanan pedas yang konsumsinya tinggi pun sebagai faktor meradangnya amandel dan tentunya kurang memperhatikan kebersihan makanan yang dikonsumsi

Di samping itu, kekurangan vitamin C dan kurangnya konsumsi air putih setiap hari menambah daftar pelengkap faktor penyebab amandel. Bagi yang keseringan meminum alkohol dan perokok aktif juga dapat mengakibatkan amandel. Bila melihat tanda-tandanya maka amandel terjadi karena faktor kekebalan tubuh yang melemah menjadi peluang masuknya penyakit.

 Gejala-Gejala Amandel

Gejala AmandelGejala maupun tanda-tanda amandel dapat dirasakan dampaknya saat tenggorokan meradang. Diantaranya amandel menjadi merah dan bengkak, muncul noda berbentuk lapisan putih kekuningan pada amandel, tenggorokan terasa sakit, kesulitan menelan, membengkaknya leher, kepala terasa sakit, tubuh menjadi pegal, disertai pula pilek dan batuk, hidung tersumbat, panas dingin hingga demam serta terjadi perubahan suara.

Pantangan Penderita Amandel

Makanan maupun minuman yang begitu menggoda merupakan konsumsi primer yang tidak bisa dihindari. Namun, bagi penderita amandel tidak semua makanan dan minuman cocok baginya. Beberapa makanan dan minuman yang perlu dihindari seperti jajanan makanan yang banyak mengandung gula, garam yang berlebihan, makanan yang digoreng, dan makanan yang berbahan pengawet. Di samping itu, menghindari minuman dingin (ice cream), minuman ringan, dan mengurangi berbagai bumbu penyedap.

Pengobatan Amandel

Penderita amandel dapat mengobati penyakitnya sesuai dengan jenis amandel yang diderita. Amandel yang dianggap sudah akut dapat diobati dengan obat amandel anjuran dokter atau langsung dari bahan alami, sementara amandel yang telah kronis dilakukan dengan jalan operasi. Bahan alami yang dapat dijadikan sebagai obat amandel diantaranya yaitu jeruk nipis yang dicampur air kunyit, madu dan air putih, tanaman jarong yang diambil airnya, tanaman kapulaga yang dimakan buahnya, akar bunga pukul empat yang direbus lalu diminum airnya, madu murni, sambiloto, akar beringin yang direbus dengan air lalu diminum, juga buah-buahan seperti mengkudu.

Sementara itu, obat amandel anjuran dari dokter dapat diberikan obat antibiotik oral yang berfungsi untuk membunuh bakteri. Jika dalam pada kondisi belum ada perubahan, maka dokter akan memberikan suntikan, dan jika masih dalam kondisi demikian maka jalan alternatifnya adalah operasi pengangkatan amandel.

Sebuah survey yang dilakukan terhadap 92 anak bahwa dengan operasi akan mengurangi risiko kambuhnya amandel. Begitupun pada orang dewasa, sebanyak 72 orang mengalami peningkatan kualitas hidup setelah menjalani operasi amandel. Hasil paparan peneliti North Carolina Dr David L dari Duke University School of Medicine, Durham mengungkapkan bahwa 98% orang dewasa sedikit mengalami infeksi setelah operasi amandel.

Selain diobati, penyakit amandel dapat juga dicegah dengan maksud mengurangi rasa nyeri pada bagian tonsilitis. Perawatan pada amandel dapat dilakukan secara rutin, cukup mudah dan sederhana seperti banyak meminum air putih dan sari buah, berkumur dengan air garam hangat, mengompres bagian leher, mengonsumsi buah-buahan (misalnya jeruk dan nanas), menjaga kebersihan lingkungan dan mengatur pola makan

Setiap orang tentu memiliki tonsil atau amandel yang pada dasarnya berfungsi untuk media pertahanan tubuh, namun jika semakin membesar akan mengakibatkan gejala ringan hingga terberat. Berbagai metode penyembuhan dapat dilakukan untuk perbaikan amandel, mulai dari tindakan pencegahan, menggunakan obat herbal (alami), hingga dilakukan dengan jalan operasi. Pentingnya memperhatikan kebersihan lingkungan dan pola makan akan menjadi langkah efektif untuk mencegah peradangan amandel, serta menjaga agar amandel tetap normal. Terima kasih, semoga bermanfaat