You're Here: Home » Asma » Obat Asma, Penyebab, Gejala, dan Pantangan

Obat Asma, Penyebab, Gejala, dan Pantangan

Obat Asma, Penyebab, Gejala, dan PantanganRagamObat.com – Pesatnya laju pertumbuhan penduduk dan menjamurnya industri menjadi peluang timbulnya polusi serta kelancaran udara bersih dan sehat menjadi terhambat, sehingga dapat membuat pernapasan kadang terganggu. Faktor tersebut menjadi perhatian utama saat gangguan pernapasan semakin akut ataupun meradang yang akhirnya menyebabkan penyakit asma.

Asma atau asthma dalam bahasa Yunani diartikan sulit bernapas yaitu suatu kondisi pernapasan yang mengalami penyempitan pada bagian paru-paru (bronchial tubes)/bronkus sehingga terjadi peradangan. Fungsi bronkus ini untuk membawa masuk dan keluarnya udara dari paru-paru sehingga akan lebih sensitif terhadap pengidapnya serta mudah mengalami radang.

Asma disebut juga sebagai penyakit jangka panjang karena tidak dapat disembuhkan secara total dan hanya dapat ditekan maupun dikontrol. Asma pada setiap orang berbeda-beda tingkat akutnya, mulai yang ringan hingga dapat menyebabkan kematian. Menurut data yang dihimpun WHO tahun 2011 menyatakan kematian akibat asma di Indonesia mencapai 14.624 jiwa. Angka itu dapat disimpulkan bahwa asma menyebabkan total kematian di Indonesia sekitar 1%, dengan kata lain 1,1 % populasi Indonesia terjangkit asma.

Penyakit asma dapat menyerang siapa saja mulai dari masa kanak-kanak, remaja, hingga dewasa. Menurut sumber dari Asosiasi Paru-paru Amerika menyatakan bahwa 1 diantara 3 orang dari penderita asma adalah mereka yang berusia dibawah 18 tahun dan diketahui juga sekitar 80% penyakit asma banyak menyerang usia anak-anak dan 50% menyerang usia dewasa.

Penyebab Asma

Menurut secara medis, penyakit asma belum diketahui penyebabnya dengan pasti. Umumnya penyakit asma pada kebanyakan orang disebabkan oleh faktor gen/keturunan yang berarti dapat terjadi karena penyakit turunan dari penderita sebelumnya. Penelitian yang bersumber pada sebuah jurnal yang berjudul “American Journal of Repiratory and Critical Care Medicine” menyatakan dalam sebuah kalimat “Bila salah seorang orang tua mengidap asma, besar kemungkinan anak juga akan menderita penyakit yang sama dengan resiko 3 kali lebih besar dari orang tuanya. Sedangkan apabila keduanya (orang tua) menderita asma, maka anak juga akan menderita asma dengan resiko 6 kali lebih besar dari orang tuanya.

Bukan hanya itu, beberapa penderita asma mengidap karena faktor lain seperti udara dingin, makanan yang banyak mengandung MSG atau bahan pengawet (kacang-kacangan, minuman es dingin/coklat), serta faktor lingkungan yang identik dengan kebersihan dan higienitas. Pada keseharian manusia, asma juga dapat disebabkan oleh paparan serbuk sari tanaman, makanan yang sering dikonsumsi (ikan dan sayur), infeksi pada saluran pernapasan oleh karena virus, paparan zat kimia, asap rokok atau asap kabut, olahraga atau aktivitas berlebihan, faktor emosi serta jenis-jenis obat asma tertentu.

Gejala Asma

Asma memiliki tanda-tanda maupun gejala yang cukup beragam pada setiap orang, mulai dari gejala ringan hingga gejala yang paling akut. Pada usia anak-anak yang terserang asma disebut sebagai asma kronis yang dapat berlangsung lama dan berulang-ulang menyebabkan penyempitan permanen, ditandai dengan bertambahnya tingkat akut dan frekuensi dari tanda dan gejala asma, menurunnya aliran napas dalam ukuran rata-rata maksimum yang diukur menggunakan peak flow meter, serta meningkatnya kebutuhan terhadap penggunaan bronchodilator (pengobatan dengan cara mengistirahatkan otot-otot saluran pernapasan).

Gejala-gejala saat terjadi asma pada semua usia ditandai beberapa kelainan pola pernapasan serta aliran udara terhambat. Saat paru-paru penderita mengalami iritasi dari pemicu asma, saluran pernapasan menjadi menyempit, otot-otot disekitarnya mengencang dan produksi dahak meningkat. Penderita asma akan mengalami gejala meliputi batuk, napas pendek, sulit tidur, otot dada terasa sakit dan kadang sesak napas. Pada mental seseorang juga akan tampak gejala penderita asma seperti merasa tegang, merasa gugup dan ketakutan. Di samping itu, penderita asma biasanya mengalami cepat lelah, kesulitan tidur, mengalami demam ringan, kening berkeringat, serta sulit untuk konsentrasi penuh dan sulit berbicara

Pantangan Penderita Asma

Pengidap asma tentunya akan lebih berhati-hati dengan penyebab reaksi asma yang gejalanya sampai pada tingkatan akut. Olehnya itu, langkah antisipasi dapat dilakukan dengan menekan/mengontrol perubahan pada pola pernapasan dan menghindari faktor-faktor penyebab asma. Hal yang dapat dilakukan bagi pengidap asma adalah dengan menghindari pemicu penyakit asma atau penyebab asma misalnya dalam hal konsumsi makanan, hindarilah makanan yang mengandung kadar MSG, makanan berpengawet tinggi contohnya kacang-kacangan, minuman dingin atau minuman bersoda dan coklat.

Pantangan lainnya, pengidap asma sangat rentan terhadap kondisi suhu udara dingin seperti hujan, penggunaan AC, atau berada daerah-daerah pegunungan sehingga perlu untuk dihindari. Lalu, lingkungan yang kotor, berasap, berdebu dan lain sebagainya juga dapat memicu asma sehingga perlu menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Disamping itu, menghindari hal-hal yang dapat mempengaruhi psikis misalnya emosi, stress, dan sebagainya.

Obat Asma

Meskipun asma dianggap sebagai penyakit jangka panjang dan sangat sulit disembuhkan secara total, namun asma dapat dikontrol/dikendalikan jika diberi penanganan secara disiplin. Berbagai metode dapat dilakukan sesuai dengan tingkatannya karena setiap pengidap berbeda-beda dari tingkat ringan, sedang hingga terberat (kronis). Penanganan asma bukan hanya dengan obat asma dari bahan alam maupun bahan kimia, tetapi dapat juga dicegah dengan terapi atau mengatur pola hidup.

Umumnya dokter akan memberikan 2 jenis obat asma untuk penderita yaitu obat controller atau pengendali asma yang diberikan setiap hari untuk mencegah serangan asma berat dan obat reliever atau pereda serangan asma yang diberikan pada saat terjadi serangan asma tiba-tiba misalnya inhaler dalam bentuk aerosol. Disamping itu, obat asma berbahan alami dapat menggunakan daun kenanga dan bunga matahari.

Bila penderita sedang pada tingkatan asma berat, memerlukan penanganan serius dengan menggunakan bahan kimiawi. Salah satunya menggunakan larutan infus dari sodium bikarbonat atau dikenal dengan baking soda yang dapat mengurangi sumbatan saluran nafas serta mengurangi peningkatan keasaman cairan tubuh. Pengobatan menggunakan sodium bikarbonat diketahui untuk melebarkan saluran pernafasan bronkus yang menyempit serta memperbaiki respon dari obat bronkodilator.

Menurut data penelitian dalam jurnal Chest April 2005, bahwa dilakukan analisa terhadap data dari 73 anak penderita asma berat yang masuk ke ruang ICU rumah sakit Erasmus MC-Sophia Children’s Hospital di Rotterdam. Lalu anak-anak tersebut diberi infus sodium bikarbonat disertai dengan perawatan rutin. Hasilnya sebanyak 17 yang diberi infus, meperlihatkan penurunan signifikan tingkat keasaman dan 16 anak mengalami perbaikan gangguan pernapasan serta tingkat kesadaran. Lalu, sebanyak 14 anak sebelum diberikan alat bantu pernapasan (respirator) diinfuskan baking soda dan hasilnya hanya 1 anak yang tetap menggunakan ventilator serta terjadi penurunan kadar karbondioksida dalam darah secara signifikan. Terima kasih, semoga bermanfaat 🙂