You're Here: Home » Bisul » Obat Bisul, Penyebab, Gejala dan Pantangan

Obat Bisul, Penyebab, Gejala dan Pantangan

RagamObat.com – Berbeda dari penyakit kulit seperti biasanya, bisul atau abscessus pun paling banyak muncul di masyarakat dan cukup mengganggu saat beraktivitas (berjalan, duduk, baring) juga dapat menginfeksi bagian tubuh lain meski dianggap penyakit ringan. Bisul (furunkel) merupakan infeksi atau radang pada kulit yang terjadi pada sekitar folikel (akar) rambut dan jaringan subkutaneus. Bisul terbentuk dari sekumpulan nanah (neutrofil mati) yang terakumulasi di rongga jaringan setelah terinfeksi.

Bisul juga terjadi sebagai reaksi pertahanan untuk menghindari benda asing (luka tembakan, tikaman, goresan) yang dapat menyebar di tubuh. Benda asing atau organisme dapat membunuh sel-sel di sekitar tubuh sehingga akibatnya toksin muncul dan menyebabkan radang. Di samping itu, sel darah putih mengalir menuju toksin, lalu terjadinya peningkatan aliran darah di area toksin tersebut.

Furunkel atau bisul bermula dari adanya benjolan keras berwarna merah dan mengandung nanah, benjolan tersebut akan berfluktuasi sehingga membentuk pustule (putih/kuning di tengah furunkel). Bisul dapat pecah secara tiba-tiba tanpa disentuh dan juga dapat dipecahkan secara langsung sehingga mengeluarkan nanah, dan tidak jarang pula mengandung sedikit darah.

Penyebab Bisul

Bisul dapat menyebar atau menular dengan sangat cepat karena semakin berkembangnya bakteri. Penyebab utama terbentuk bisul adalah infeksi dari bakteri staphylococcus aureus, yaitu sejenis bakteri yang dapat ditemukan pada hidung dan kulit. Bakteri tersebut berjumlah sangat banyak yang mengakibatkan terbentuknya mata bisul di tengahnya dan telah bercampur dengan sel darah putih.

Penyebab lain bisul adalah karena kurang menjaga pola kebersihan seperti kebersihan tubuh dan lingkugan sekitar, juga dapat disebabkan oleh alergi pada makanan tertentu misalnya telur, serta luka cedera, goresan atau gigitan serangga yang dapat merusak kulit sehingga memudahkan masuknya bakteri lalu menginfeksi. Selain itu, disebabkan oleh daya tahan tubuh yang melemah akibat malnutrisi.

Gejala Bisul

Gejala BisulBisul dapat tumbuh di semua bagian kulit yang berambut atau berbulu, inilah alasan mengapa tidak ditemukan bisul di bagian telapak kaki dan tangan, kaki, bibir, lidah dan sebagainya. Sebaliknya paling sering timbul pada bagian kepala, leher, wajah, ketiak atau paha yang sering berkeringat.

Gejala yang timbul dari bisul dapat dirasakan oleh beberapa tanda-tanda seperti benjolan pada kulit terasa sakit atau nyeri, kulit disekitar benjolan menjadi bengkak dan memerah, bisul semakin membesar hingga terbentuk nanah di dalamnya dan membentuk bintik putih pada bagian tengah bisul. Di samping itu, gejala yang terjadi adalah terasa nyeri dan panas di sekitar benjolan, pada bagian kulit tertentu terasa gatal, dan juga akan merasa demam, kelelahan serta badan terasa pegal.

Pantangan Penderita Bisul

Oleh karena bisul disebabkan oleh bakteri staphylococcus aureus maka perlu menghindari hal-hal yang dapat memicu bakteri tersebut. Pantangan bagi penderita juga sebagai bentuk pencegahan terhadap bisul. Penderita bisul sangat penting untuk memperhatikan pola hidup bersih, seperti mengontol pakaian yang sering dipakai yaitu selalu mengganti pakaian secara dan saat berkeringat, membiasakan mencuci wajah dan tangan setelah melakukan aktivitas keluar (bepergian ke suatu tempat). Pantangan lain dalam hal pola makan juga sangat penting dengan menghindari makanan yang berprotein tinggi seperti telur, juga dari makanan laut, ikan asin, makanan berbau amis, ataupun makanan yang dapat menyebabkan alergi.

Pengobatan Bisul

Pencegahan maupun pengobatan bisul dapat dilakukan berbagai cara yang dianggap paling efektif. Masyarakat pada umumnya belum mengetahui cara mencegah dan mengobati bisul dengan tepat, karena keterbasan informasi dan kebiasaan turun temurun yang dianggap kurang tepat misalnya memecahkan secara langsung yang sebenarnya dapat menghasilkan infeksi lain.

Metode atau cara ekfektif mencegah agar bisul dapat sembuh dalam waktu cepat dengan melakukan seperti tidak memencet secara langsung melainkan melalui pengompresan bisul tentunya dengan tangan yang bersih, membiarkan bisul pecah dengan otomatis lalu membersihkan cairan yang keluar dengan alat bersih agar tidak menular ke kulit tubuh lain.

Selain metode di atas, metode lain adalah saat pertama kali muncul tanda bisul segera mengobati dengan mengoleskan salep antibiotik (Gentamycin, garamycin), jika ukuran bisul menjadi membesar maka dibutuhkan antibiotik yang dapat ditelan langsung. Adapula yang menggunakan obat bisul kimiawi seperti penisilin (floxacilin atau dicloxacilin) dan juga dapat menggunakan obat antibiotik lain (clindamycin). Di samping itu, saat mandi menggunakan sabun cair antiseptik untuk cegah penularan infeksi

Sementara itu, dapat dilakukan pengobatan bisul secara alami. Obat bisul alami dapat menggunakan salep bahan alami, obat herbal atau obat tradisional yang dapat ditemukan dimana saja bahan dasarnya. Obat bisul yang berbahan dasar alami diantaranya dedaunan (daun cabe, daun bayam, atau daun belimbing) sebagai obat bisul untuk olesan. Selain itu, obat bisul juga dapat menggunakan daging lidah buaya, getah kamboja, daun kamboja, kemudian untuk diminum dapat menggunakan daun pare, atau daun murbei yang direbus dahulu lalu diminum.

Penyakit bisul yang sering ditemukan di masyarakat dapat menyerang siapa saja, baik dari usia balita, remaja, dewasa hingga kalangan tua. Penyebab utama bisul adalah bakteri tertentu yang berarti perlu upaya efektif untuk menangkal bakteri tersebut sebagai langkah pencegahan timbulnya bisul. Bisul dapat diatasi dengan berbagai cara, mulai dari yang sederhana hingga penanganan yang langsung merujuk pada dokter ahli. Metode di atas hanya beberapa metode alternatif untuk kategori bisul ringan, sebab jika tidak dapat disembuhkan dengan metode di atas maka perlu upaya langsung dari dokter ahli. Terima kasih, semoga bermanfaat 🙂