You're Here: Home » Darah Tinggi » Obat Darah Tinggi, Penyebab, Gejala, dan Pantangan

Obat Darah Tinggi, Penyebab, Gejala, dan Pantangan

Obat Darah Tinggi, Penyebab, Gejala, dan PantanganRagamObat.com – Anda mungkin selalu mendengar istilah darah tinggi atau hipertensi. Ya, darah tinggi menjadi masalah kesehatan yang sangat serius bahkan disebut sebagai silent killer, mengapa demikian? Karena penyakit ini apabila tidak terkontrol dapat menyerang organ tubuh sehingga menyebabkan serangan jantung, stroke, gangguan ginjal, serta kebutaan.

Beberapa penelitian melaporkan bahwa penyakit darah tinggi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan peluang 7 kali lebih besar terkena stroke, 6 kali lebih besar terkena gangguan hati, dan 3 kali lebih besar terkena serangan jantung.

Data WHO juga menunjukkan bahwa sekita 26,4 persen penduduk dunia mengidap darah tinggi. Artinya dari 100 orang, kemungkinan ada 26-27 orang yang mengidap hipertensi. Angka tersebut kemungkinan akan meningkat lagi menjadi 29,2 persen pada tahun 2025. Penyakit darah tinggi atau istilah medisnya hipertensi sebenarnya merupakan penyakit yang berhubungan dengan arteri, individu dengan penyakit darah tinggi, tekanan darahnya meningkat secara kronis.

Pada masalah hipertensi, diagnosisnya bergantung umur dan jenis kelamin individu yang terkena. Berdasarkan klasifikasi tekanan darah oleh JNC 7 (Joint National Committee on Prevention,Detection,Evaluation and Treatment on High Blood Pressure), kategori penyakit darah tinggi adalah ketika tekanan darah 140/90 mmHg – 159/99 mmHg. Nah, kategori ini bisa dijadikan acuan buat kita untuk mengetahui apakah kita tergolong darah tinggi atau bukan. Jika sudah memenuhi kategori, maka sebaiknya kita memeriksakan diri ke dokter karena bisa jadi darah tinggi ini memiliki andil yang besar terhadap terjadinya komplikasi penyakit lain pada tubuh kita.

Perlu pula diketahui bahwa darah tinggi terbagi menjadi dua tipe, yakni darah tinggi primer dan darah tinggi sekunder. Darah tinggi primer adalah darah tinggi yang disebabkan gaya hidup seseorang dan faktor lingkungan, sedangkan darah tinggi sekunder adalah darah tinggi yang terjadi akibat adanya gangguan organ atau penyakit awal pada individu misalnya gagal jantung, gagal ginjal, dan kerusakan sistem hormon tubuh.

Penyebab Darah Tinggi

Dalam membahas penyebab darah tinggi biasanya dikenal istilah faktor risiko. Faktor risiko adalah faktor yang dapat memperbesar kemungkinan risiko atau kecenderungan seseorang menderita penyakit. Faktor risiko darah tinggi yaitu dilihat dari ciri-ciri individu meliputi umur, jenis kelamin, dan suku. Faktor genetik dan faktor lingkungan meliputi obesitas, stress, konsumsi garam yang berlebihan, merokok, konsumsi alkohol, pendidikan, pekerjaan, dan kebiasaan olahraga. Semua faktor dan kebiasaan ini dapat memperbesar kemungkinan terjadinya darah tinggi pada individu.

Gejala Darah Tinggi

Pada kasus darah tinggi, tekanan darah terkadang berjalan tanpa disertai gejala khusus bahkan baru diketahui adanya gangguan pada tekanan darah apabila telah terjadi komplikasi pada organ-organ target yang dilalui pembuluh darah seperti jantung, ginjal, otak ataupun mata.

Deteksi paling mudah untuk darah tinggi adalah adanya peningkatan tekanan darah. Adapun gejala hipertensi yang umumnya bisa muncul berupa sakit kepala, pusing, gangguan penglihatan, mudah lelah, mudah marah, cemas dan  susah tidur. Pada tingkat kronis gejala darah tinggi meliputi susah bernafas, gagal ginjal, kelumpuhan pada anggota tubuh terutama bagian muka dan tangan, kemampuan berbicara turun, dan bahkan gejala fatal seperti stroke.

Pantangan Penderita Darah Tinggi

Beberapa pantangan penyakit berhubungan dengan asupan makanan, begitu pula dengan darah tinggi. Makanan yang menjadi pantangan bagi penderita darah tinggi adalah makanan yang dapat meningkatkan tekanan darah. Apa saja makanan tersebut? Makanan yang mengandung natrium tinggi seperti garam, margarin, acar, kentang goreng, kue asin, kecap asin dan mie instan. Makanan dengan kadar gula tinggi seperti permen, roti putih, dan manisan. Makanan yang mengandung lemak jenuh yang tinggi misalnya daging merah (seefood selain ikan), makanan tinggi lemak, daging ayam berkulit, dan kuning telur.

Selain pantangan dari segi zat makanan, adapula pantangan lain untuk penderita darah tinggi yakni minuman beralkohol, kurang berolahraga dan merokok. Maka sangat penting mencegah daripada mengobati, sangat penting bagi kita untuk mengantisipasi makanan, minuman, dan kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko darah tinggi. Sehingga kita dapat terhindar dari si silent killer ini.

Obat Darah Tinggi

Menilik penyebab dan pantangan penyakit darah tinggi, seyogyanya kita sudah mengetahui bagaimana terhindar ataupun mengobati penyakit ini. Secara umum, penyakit darah tinggi berhubungan dengan kebiasaan dan lingkungan, maka kita perlu untuk membenahi kebiasaan-kebiasaan kita sehingga terhindar dari penyakit darah tinggi. Diantaranya adalah mengurangi konsumsi makanan pantangan, konsumsi alkohol, merokok, serta membiasakan diri untuk berolahraga dan hidup sehat.

Obat darah tinggi sudah banyak diproduksi oleh perusahaan obat mulai dari herbal sampai mengandung unsur kimiawi dan melalui proses pembuatan modern.

Obat darah tinggi juga biasanya berasal dari makanan yang dapat menurunkan tekanan darah, di antaranya adalah sayuran hijau seperti bayam, ketumbar sebagai sumber kalium, tomat, bawang putih, gandum, biji bunga matahari, minyak zaitun, pisang, kedelai dan buah-buahan segar.

Selain makanan ada juga minuman yang dapat menurunkan tekanan darah, seperti susu bebas lemak yang kaya kalsium dan vitamin D, jus delima, teh bunga rosella, dan banyak minum air putih juga merupakan cara sederhana, murah dan sehat untuk membantu menurunkan tekanan darah.

Ada berbagai cara sederhana untuk mejaga kesehatan kita, sebenarnya penyakit biasanya datang karena pola hidup dan kebiasaan kita sendiri yang kurang baik. Mengetahui info darah tinggi tersebut, maka kita perlu untuk menjaga kesehatan dan menjauhi semua pantangan-pantangan penyakit darah tinggi, apalagi kita perlu mengingat bahwa darah tinggi adalah silent killer, yang bisa mengundang banyak penyakit lain pada tubuh kita. Oleh karena itu, lebih baik mencegah daripada mengobati masih menjadi slogan yang penting bagi kita semua. Terima kasih, semoga bermafaat.