You're Here: Home » Diabetes » Penderita Diabetes dan Aktifitas Olahraga

Penderita Diabetes dan Aktifitas Olahraga

Penderita Diabetes dan Aktifitas OlahragaRagamObat.com – Penderita diabetes mellitus (diebetesi) tentu menyadari suatu hal bahwa diet soal makanan bukanlah satu-satunya cara untuk menjaga kualitas hidup. Selain makanan, penderita diabetes juga perlu memerhatikan kondisi kebugaran badannya sebagai cara tepat membantu mengendalikan kadar gula. Sebagai penderita diabetes, kesadaran untuk giat berolahraga tetap harus dijaga. Namun, pertanyaan yang sering jadi masalah adalah jenis olahraga atau latihan fisik apa yang paling baik, aman dan tepat untuk mereka? Pada prinsipnya, latihan jasmani atau olahraga bagi penderita diabetes tidak berbeda halnya dengan orang yang sehat/normal. Latihan jasmani ini berguna untuk membakar kalori tubuh sehingga glukosa darah bisa terpakai untuk energi. Dengan demikian, secara otomatis kadar gula darah juga menurun.

Olahraga yang tepat dan teratur menjadi peluang besar yang alami bagi penderita diabetes untuk menekan risiko komplikasi dan juga menjalani kehidupan yang lebih berkualitas. Berbagai pengalaman menunjukkan bahwa penderita diabetes yang tidak bergantung pada insulin, dapat menjaga keseimbangan kadar gula darah hanya dengan latihan. Tak hanya itu, olahraga yang dipilih mesti dilakukan secara rutin pun dengan proporsi yang tepat. Pun saat menghadiri acara/pesta yang menyediakan banyak makanan, mereka dapat menikmati hidangan seperti layaknya orang sehat.

Latihan fisik/jasmani yang teratur membuat sensifitas sel terhadap insulin menjadi lebih baik. Maksudnya, insulin yang tersedia dapat digunakan secara lebih efektif. Hal ini yang menjadi alasan pentingnya berolahraga pada kehidupan manusia dalam upaya menjaga kadar glukosa darah. Meskipun demikian, tetap mesti dijaga dan selalu diperhatikan jenis latihan dan proporsinya untuk mencegah risiko terjadinya hipoglikemia (kadar gula menurun drastis). Melalui petunjuk praktisnya, Perkeni (Perkumpulan Endrokrinologi Indonesia) juga telah menganjurkan latihan bagi penderita diabetes sebaiknya bernilai aerobik tinggi seperti jalan cepat, lari (jogging), senam aerobik, bersepeda, renang, tenis meja, tenis, dan golf.

Selain itu, proporsi latihan yang aman dan efektif bagi penderita diabetes semestinya merujuk pada prinsip CRIPE. Apa itu CRIPE? C atau Continuous maksudnya latihan yang dijalankan haruslah berlanjut dan secara terus-menerus tanpa henti. Jika penderita diabetes memilih jogging misalnya, selama 30 menit maka penderita diabetes harus melakukannya selama 30 menit tanpa istirahat. R atau Rhythmic yaitu latihan dengan mengikuti irama sehingga otot-otot akan dapat berkontraksi dan terelaksasi secara teratur. Jalan kaki, berlari, berenang, dan bersepeda memiliki irama yang sangat baik. Berbeda dengan olahraga golf, tenis, atau bulu tangkis yang tidak memiliki syarat di atas karena banyak berhenti. I atau interval dimana latihan yang dilakukan adanya selang-seling antara gerakan cepat dan gerakan lambat. Misalnya, jalan cepat diselingi dengan jalan lambat, jogging diselingi jalan dan lain sebagainya. P atau Progressive yang dimaksud adalah latihan yang bertahap sesuai kemampuan diri, dari intensitas ringan atau sedang hingga mencapai 30 atau 60 menit. Dan E atau Endurance yaitu latihan daya tahan guna meningkatkan kemampuan jantung dan pernapasan. Jalan santai maupun cepat, jogging, berenang dan bersepeda merupakan contoh yang baik untuk melatih daya tahan. Latihan tersebut dilakukan 3 kali seminggu. Sementara dua hari yang lainnya dapat digunakan untuk olahraga sesuai hobi seperti  golf, tenis dan lainnya.

Latihan yoga juga dapat dianggap cukup efektif untuk membantu menjaga kualitas fisik penderita diabetes. Seorang pakar yoga, Budi Dharma Surya Penderita Diabetes dan Aktifitas Olahragamengatakan bahwa gerakan seperti Hasta uttanasana, Pranamaskara, Ashwa Sanchalasana dapat merangsang kerja kelenjar pankreas. Seperti halnya melakukan latihan jasmani lainnya, yoga juga memerlukan keteraturan dan utamanya kesabaran untuk mengambil manfaat optimal. Yoga merupakan pilihan aman dan cukup efektif dalam mengobati diabetes secara terapi bagi penderita diabetes, untuk mengatur kadar gula darah dan juga meransang sel penghasil insulin di kelenjar pankreas.

Penderita diabetes kadang rutin mengonsumsi obat diabetes untuk mengurangi gejala, mencapai berat badan ideal serta mencegah komplikasi. Mengonsumsi obat diabetes dilakukan jika pengaturan makan (diet) dan olahraga belum dapat mengontrol kadar glukosa dalam darah. Untuk mengukur keberhasilan terapi atau latihan jasmani, dapat dilakukan pemantauan dengan uji klinis dan laboratorium. Pemantauan secara klinis dapat dilihat melalui berkurangnya gejala-gejala diabetes seperti banyak buang air kecil, rasa haus dan perubahan berat badan. Di samping itu, pemantauan laboratorium dilakukan dengan melakukan pemeriksaan gula darah puasa seperti dua jam setelah makan atau pemeriksaan HbA1c.

Diabetes dianggap terkendali dengan baik jika gula darah puasa mencapai 80-109 mg/dl, dua jam setelah makan mencapai 110-159 mg/dl atau HbA1c berkisar 4-5,9 %. Kadar lemak dikatakan dapat dikontrol dengan baik bila kolesterol total di bawah 200 mg/dl, LDL di bawah 130 mg/dl,  HDL di atas 45 mg/dl, serta trigliserida di bawah 200 mg/dl. Selanjutnya, terkontrolnya berat badan dan kadar gula darah merupakan ukuran nyata progress keberhasilan latihan jasmani. Selain dapat menentukan jenis dan proporsi latihan, penderita diabetes juga perlu memerhatikan beberapa poin untuk menekan risiko hipoglikemia dan gangguan-gangguan lainnya selama menjalankan latihan. Terima kasih, semoga bermanfaat!