You're Here: Home » Asma » Penyakit Asma dan Mitos di Masyarakat

Penyakit Asma dan Mitos di Masyarakat

Penyakit Asma dan Mitos di MasyarakatRagamObat.com – Istilah asma sudah dikenal dan banyak dijumpai di kehidupan masyarakat. Bahkan masyarakat pun tahu gejalanya karena sering melihat secara langsung, bahwa penderita asma tentu mengalami sesak napas. Disamping itu, asma diketahui menimbulkan beberapa gejala lain seperti batuk berdahak, dada terasa sakit atau suara berubah yang terjadi akibat tersumbatnya pembuluh darah yang mengalirkan oksigen ke paru-paru dan rongga dada sehingga saluran udara menjadi terhambat.

Penyakit Asma dan Mitos di MasyarakatNamun, pemahaman masyarakat hanya sebatas pada gejalanya saja karena menganggap asma hanyalah penyakit ringan yang sifatnya sementara dan dapat sembuh seperti sedia kala. Padahal, asma dapat menjadi penyakit berbahaya bila tidak dikontrol dengan baik. Menurut penelitian, sepertiga penderita asma berisiko tinggi mengalami serangan asma yang fatal seperti mati mendadak. Selain itu, berkembang pula mitos yang menjadi alasan masyarakat menganggap asma hanyalah penyakit biasa dan masih meyakini mitos tersebut. Sehingga, anda perlu mengenali asma lebih dalam agar menjauhi mitos penyakit asma selama ini.

Mitos Penyakit Asma, Benarkah?

Mitos yang berkembang di masyarakat hanya terjadi secara kebetulan dan belum dapat dibuktikan secara ilmiah. Nah, berikut ini beberapa mitos asma yang perlu diluruskan agar masyarakat lebih hati-hati terhadap penyakit asma.

Mitos Pertama, Obat Asma Hirup (Inhaler) Bisa Membuat Kecanduan

Justru pada faktanya, obat asma hirup (inhaler) tidak membuat kecanduan karena pengembangan obat dalam bentuk aerosol yang menggunakan alat inhaler merupakan kemajuan dalam pengobatan asma. Disamping itu, obat asma yang dulu harus diminum atau disuntikkan justru menimbulkan efek samping seperti penyakit gula, tulang keropos, dan sebagainya. Sebaliknya, dengan alat inhaler dapat menghindari efek samping dan obat pun bekerja langsung pada saluran pernapasan sehingga tidak menyebar kemana saja.

Mitos Kedua, Anak Penderita Asma Pasti Mengalami Asma

Sebagian besar asma yang terjadi bersifat genetis, akan tetapi ada kemungkinan anak dari penderita asma bebas dari asma. Alasannya, karena asma merupakan salah satu bentuk alergi maka yang diturunkan orang tua kepada anaknya adalah alerginya bukan penyakit asma. Disamping itu, sebagian besar asma muncul sejak kecil meskipun masih ada kemungkinan terjadi saat usia dewasa. Bila asma muncul saat dewasa, biasanya disebabkan oleh kebiasaan merokok atau bekerja di tempat yang banyak polusi dan sebagainya.

Mitos Ketiga, Asma dapat Disembuhkan

Asma merupakan penyakit kronis yang dipicu oleh kelainan patologis genetis yang artinya sifat alergi pada asma akan selalu menetap. Oleh karena itu, penderita asma tidak dapat sembuh total dari penyakit asma. Akan tetapi, gejala yang timbul dapat dikontrol dengan obat secara teratur sehingga bila gejalanya sudah bisa diatasi maka penderita asma dapat beraktivitas seperti sedia kala. Selain itu, anda perlu menghindari faktor pemicu yang berasal dari dalam dan luar tubuh seperti stres, rasa cemas, debu, asap, udara dingin, atau bulu binatang agar terbebas dari masalah asma.

Asma memang terlihat seperti penyakit biasa, apalagi sekarang banyak cara dalam mengatasi asma. Namun, sebagian masyarakat belum mengetahui seluruhnya bahwa asma bisa menjadi berbahaya. Ditambah lagi dengan mitos yang masih diyakini masyarakat yang sebenarnya perlu dibuktikan. Sebab, pembuktian itu untuk mengajak masyarakat agar waspada terhadap asma. Terima kasih, semoga bermanfaat.