You're Here: Home » Radang Tenggorokan » Perbedaan Radang Tenggorokan pada Anak dan Orang Dewasa

Perbedaan Radang Tenggorokan pada Anak dan Orang Dewasa

Perbedaan Radang Tenggorokan pada Anak dan Orang DewasaRagamObat.com – Rasa sakit yang terjadi pada bagian tenggorokan kerap mengganggu aktivitas keseharian, membuyarkan konsentrasi hingga sampai kesulitan menelan makanan atau minuman. Jika anda mengalami demikian itu, tandanya anda sedang mengalami peradangan pada tenggorokan yang ditandai dengan pembengkakan pada dinding tenggorok, berbintik putih, berwarna kemerahan, serta rasa sakit menelan. Radang tenggorokan atau Pharyingits merupakan infeksi dari bakteri kelompok A streptococcus yang mengakibatkan peradangan, rasa nyeri, tenggorokan menjadi bengkak hingga amandel.

Beberapa gejala awal yang sering timbul bila menderita radang tenggorokan yaitu mengalami demam, mudah lelah, perut mual dan sulit menelan. Radang tenggorokan hanya penyakit kecil yang tidak perlu ditangani dengan serius, namun bila tidak diperhatikan akan dapat menyebabkan penyakit lain. Oleh sebab itu, radang tenggorokan membutuhkan perawatan khusus dan diperhatikan sebaiknya agar dapat mencegah menularnya bakteri streptococcus. Bakteri streptococcus dengan mudahnya dapat menular saat batuk atau bersin yang juga pada saat bersamaan telah menghirup udara yang terinfeksi bakteri streptococcus.

Perlakuan atau tindakan pencegahan ataupun pengobatan dengan obat radang tenggorokan baik yang alami (herbal) atau kimia dapat saja melawan bakteri tersebut. Namun, perlu juga diketahui tingkatan usia dan penyebab tenggorokan dari seorang pasien agar dapat diberikan tindakan yang tepat. Olehnya itu, perlu diketahui pula perbedaan radang tenggorokan pada anak dan orang dewasa, yakni sebagai berikut:

Radang tenggorokan pada usia anak memerlukan perawatan tambahan dari orang tua. Radang tenggorokan yang dialami oleh usia anak dapat menyebabkan komplikasi besar apabila tidak segera diobati dengan obat tenggorokan. Di samping itu, perlu juga dirawat sebaik mungkin hingga penyakitnya benar-benar sembuh. Beberapa kasus yang terjadi, kadang gejalanya akan hilang dalam beberapa hari saat pertama kali mengobatinya, namun bukan berarti infeksi dapat diatasi dengan benar. Sebaiknya bagi penderitanya adalah anak-anak, sebaiknya mengikuti anjuran dokter dengan meminum obat-obat antibiotik sesuai saran dokter. Lalu, memastikan bahwa  pengobatan tetap dilakukan secara terus menerus tanpa henti sebelum pada waktunya yaitu meminum obat antibiotik kurang lebih sepuluh hari sebagai tindakan pencegahan.

Lain halnya yang terjadi pada orang dewasa, radang tenggorokan yang dialami berasal dari banyak jenis bakteri yaitu staphylococcus, hemofilius influenza, dan Neisseria. Jika pada orang dewasa, justru tenggorokan terasa lebih menyakitkan, disertai demam tinggi, pembengkakan dan peradangan, nyeri, tenggorokan kekeringan, kelenjar getah bening membengkak di leher, hidung menjadi tersumbat, serta sulit bernafas. Pada beberapa kasus ditemukan bahwa radang tenggorokan pada orang dewasa tidak terjadi adanya gejala pilek ataupun batuk.

Selain itu, perbedaan yang mencolok terletak pada sistem kekebalan tubuh. Jika pada usia anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat, berbeda halnya dengan orang dewasa yang justru sangat rentan terhadap infeksi saat melemahnya sistem pertahanan tubuh karena kekurangan tidur, pola hidup tidak sehat, dan  juga stress. Oleh karena itu, sebagian besar terjadinya radang tenggorokan pada orang dewasa diakibatkan karena aktifitasnya sehari-hari seperti kelelahan setelah kerja atau stress karena pekerjaan menumpuk. Apabila seseorang mengalami flu sebelum tertular bakteri penyebab radang tenggorokan, maka artinya tubuh telah menurunkan kekuatannya melawan ancaman virus dan bakteri di dalamnya. Pada kondisi tersebut, bentuk radang tenggorokan orang dewasa yang terjadi dapat menjadi lebih parah atau mengakibatkan komplikasi serius. Komplikasi-komplikasi yang dapat timbul seperti rematik akut, radang ginjal, abses hingga keluarnya nanah jika parah, dan infeksi pada telinga. Semua komplikasi itu akan terjadi bila radang tenggorokan tidak diobati. Dengan demikian, komplikasi yang serius itu sangat penting ditindak lanjuti dengan segera menemukan gejala-gejalanya agar dapat mencegah efek buruk yang akan terjadi.

Tindakan pencegahan yang dapat dilakukan saat terjadi radang tenggorokan baik pada anak-anak maupun orang dewasa, sebenarnya tidak perlu menggunakan obat radang tenggorokan karena obat radang tenggorokan hanya digunakan pada saat mengalami keparahan/komplikasi serius. Sebelum mengalami keparahan/komplikasi serius, saat mengalamai radang tenggorokan dapat diatasi dengan beristirahat yang cukup, banyak minum air putih, mengonsumsi makanan dengan nutrisi yang cukup, dan meminum vitamin C guna menguatkan kekebalan tubuh. Ketika sedang sakit, anda perlu membatasi makanan yang dapat memicu batuk seperti misalnya es atau makanan gorengan. Disamping itu, perlu juga meningkatkan daya tahan tubuh untuk mencegah sakit, sebab virus sangat mudah menyerang bila kondisi tubuh menurun. Terima kasih, semoga bermanfaat.