You're Here: Home » Migrain » Selalu Abai Pada Migrain

Selalu Abai Pada Migrain

Selalu Abai Pada MigrainRagamObat.com – Migrain atau biasanya disebut nyeri pada kepala terutama jika aktifitas begitu padat sering diabaikan dengan berbagai alasan, misalnya kadar gula berkurang atau kurang tidur. Namun, pada kenyataan sehari-harinya justru tidak sesederhana yang dilihat dan bahkan bisa menjadi lebih parah. Pada umumnya, sakit kepala dibagi menjadi 2 bagian yaitu sakit kepala tegang dan migrain (sakit kepala sebelah) serta sakit kepala sekunder yang disebabkan oleh suatu proses dalam otak karena tumor, pendarahan, dan faktor lainnya. Penyebabnya dapat terjadi karena kekurangan gula, terlalu banyak nitrat dan monosodium glutamat (MSG), hipertensi, pasca cedera kepala, pasca kejang, infeksi selaput otak, dan juga pendarahan.

Sebagian orang tentu pernah mengalami sakit kepala sebelah yang dapat menghasilkan beberapa gejala yang bermacam-macam seperti kepala berdenyut-denyut, berputar, rasa berat atau terasa tertindih. Sakit kepala terjadi akibat dari rangsangan di leher dan juga kepala yang mudah terangsang terhadap nyeri bagian otot, jaringan penunjang tengkorak dan di dalam rongga tengkorak atau pun pada pembuluh darah. Sakit kepala juga disebabkan oleh beberapa faktor seperti gangguan pada mata, pada gigi, tulang leher, telinga, hidung, atau tumor. Selain itu, dapat disebabkan oleh gangguan psikis seperti banyak pikiran, rasa cemas atau pun kurang tidur.

Jenis sakit kepala pun bermacam-macam, namun sering kali yang paling populer muncul di kalangan masyarakat adalah migrain (penyakit kepala sebelah). Migrain atau sakit kepala sebelah merupakan bentuk sakit kepala yang diawali pada satu sisi serta menetap, berdenyut disertai dengan rasa mual dan terasa lebih berat saat posisi membungkuk. Frekuensi serangan migrain dapat terjadi setiap minggu bahkan setiap bulan yang ditandai dengan bentuk spesifik didahului bentuk penglihatan berkunang-kunang dan di tengah bidang pandang timbul bintik-bintik terang lalu beberapa saat menjadi sebesar telur, serta menyebar ke samping kiri dan tampak kabur atau gelap juga dikelilingi cahaya terang. Setelah beberapa menit, secara perlahan-lahan bayangan mulai pudar. Pada saat itulah rasa nyeri pada kepala sebelah mulai terasa, berdenyut-denyut disertai rasa mual. Menurut dokter, hampir semua migrain sangat berhubungan dengan pembuluh darah leher dan kepala. Hal itu dipicu oleh karena perubahan hormon saat masa haid atau saat menggunakan pil KB. Di samping itu, dipicu pula oleh perubahan temperature yang mendadak, kondisi psikis, obat peransang dan makanan.

Obat migrain yang biasanya diberikan bersifat mudah mengerutkan pembuluh yang akan menghilangkan rasa sakit, tetapi dalam pemberian obat migrain tersebut harus berhati-hati jika penderita sedang mengidap tekanan darah tinggi, angina pectoris (nyeri dada kiri) atau telah mengalami pengerasan pembuluh darah. Pada saat berakhirnya serangan migrain secara umum, penderita akan merasa lemas dan juga nyeri otot, dan kadang kala merasakan kegembiraan. Pada saat migrain, umumnya timbul gejala yang ditandai dengan kepala terasa ditekan atau terikat, rasa tegang menyeluruh pada kedua sisi kepala (alis, dahi, pelipis dsb). Bagi yang sering terserang migrain dianjurkan untuk tidak meminum obat penghilang rasa sakit yang lebih dari 5 sampai 10 kali dalam sebulan.

Dianjurkan untuk menggunakan obat migrain yang hanya mempunyai satu bahan aktif seperti asam asetil salisilat. Penggunaan obat migrain kombinasi justru dikhawatirkan dapat menyebabkan migrain menjadi kronis. Selain itu, penderita migrain dianjurkan untuk banyak melakukan jalan pagi, senam, atau pun latihan relaksasi. Bila kepala terasa sakit, lakukan pengompresan pada leher bagian belakang dengan handuk hangat yang berfungsi untuk meringankan sakit kronis. Juga dianjurkan untuk tidak duduk terlalu lama bila hendak melakukan perjalanan jauh menggunakan mobil. Perlu juga upaya istirahat maksimal pada selang waktu tertentu. Bila perlu, diperiksa juga apakah alas tidur atau bantal menjadi penyebabnya.

Penderita migrain atau sakit kepala menekan disarankan tidak minum minuman mengandung alkohol, makanan yang telah diawetkan atau dikeringkan, keju tua, kol asam, makanan yang mengandung banyak nitrat (daging olahan) atau MSG yang mudah meransang pembuluh darah. Kewaspadaan terhadap migrain perlu disiapkan jika sakit timbul mendadak yang tidak tertahankan. Di samping itu, perlu juga diwaspadai saat terjadi sakit yang semakin berat atau sakit kepala yang memburuk bila melakukan suatu pekerjaan. Apalagi jika disertai penurunan kesadaran, bicara mulai tidak karuan, demam tinggi sehingga migrain yang terjadi merupakan pertanda adanya kelainan dalam rongga otak.

Migrain karena ketegangan sering disebabkan oleh stres dengan gejala penderita merasa pusing saat melihat orang banyak, perut kembung, jantung berdebar, sulit tidur, mudah tersinggung dan juga tampak depresi. Lain halnya pada penderita hipertensi, umumnya mengalami migrain saat bangun tidur dan berkurang atau hilang saat melakukan kegiatan. Pada penderita migrain, sakit kepala sering dirasakan pada tengah malam sehingga mengganggu waktu tidur. Selain melakukan kegiatan renang atau jalan kaki, para penderita migrain sebaiknya juga melakukan senam harian seperti menganggukkan kepala ke atas dan ke bawah atau menggelengkan kepala ke kanan dan ke kiri. Ditambah lagi, melakukan latihan mengangkat bahu secara perlahan-lahan. Kemudian, upayakan pula pola hidup teratur dan hindari bekerja di luar batas kesanggupan.